ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH PADA PILKADA TAHUN 2024 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH PADA PILKADA TAHUN 2024


Pengarang

Ramazani Phonna - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Annisah Putri - 199208232022032009 - Dosen Pembimbing I
Muliawati - 199205242017012101 - Penguji
Khalisni - 199205302021021101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010103010034

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas llmu Sosial dan Politik (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Partisipasi politik menjadi aspek yang memiliki urgensi dalam penyelenggaraan demokrasi karena merupakan salah unsur barometer demokratisasi disuatu wilayah. Di Kota Banda Aceh, partisipasi politik masyarakat menjadi sorotan banyak pihak, sebab disatu sisi mengalami peningkatan terutama dari Pilkada Tahun 2017 dengan Pilkada Tahun 2024. Namun disisi lain, data yang menunjukkan 64,26% partisipasi masyarakat masih sangat jauh dari target 80% yang direncanakan KIP Kota Banda Aceh. Konteks tersebut tentunya dipengaruhi dari kinerja KIP sebagai salah satu penyelenggara utama dari Pilkada, sehingga perlu dilihat beragam strategi yang menyebabkan kesenjangan target dan fenomena dilapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi strategi dan menganalisis efektifitas strategi yang dilakukan KIP Banda Aceh untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori partisipasi politik dan teori strategi politik. Metode penelitian adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KIP Banda Aceh melakukan tiga strategi utama, yaitu strategi sosialisasi dan edukasi, strategi kemitraan dan kolaborasi, serta strategi pendekatan berbasis teknologi dan digital. Dari sisi efektifitas terdapat aspek penghambat pelaksanaan strategi KIP, diantaranya jangkauan sosialisasi belum merata, rendahnya kepercayaan publik terhadap proses politik, budaya politik transaksional dan apatisme politik di masayrakat. Saran penelitian ini adalah KIP Kota Banda Aceh memperluas sosialisasi politik dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan, serta mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik yang rasional dan bebas dari praktik transaksional.
Kata Kunci: Strategi, Partisipasi Politik, KIP Kota Banda Aceh.

ABSTRACT Political participation is a crucial aspect of democratic governance, serving as one of the key indicators of democratization in a given region. In Banda Aceh City, public political participation has drawn considerable attention, as it shows a mixed trend on one hand, there has been an increase between the 2017 and 2024 local elections (Pilkada); on the other hand, the participation rate of 64.26% remains far below the 80% target set by the Banda Aceh Independent Election Commission (KIP). This situation is closely related to KIP’s performance as a primary election management body, making it necessary to examine the strategies that contribute to the gap between the target and field realities. The purpose of this study is to identify and analyze the effectiveness of the strategies implemented by KIP Banda Aceh to increase public political participation. The research employs political participation theory and political strategy theory using a qualitative approach. The findings indicate that KIP Banda Aceh applies three main strategies: socialization and political education, institutional partnership and collaboration, and technology and digital-based approaches. In terms of effectiveness, the supporting factors include a focus on strengthening voter education for first-time voters, combining formal and non-formal approaches, and collaborating with public institutions, community leaders, and local organizations. Meanwhile, the inhibiting factors consist of unequal socialization outreach, low public trust in political processes, a transactional political culture, and public political apathy. This study suggests that KIP Banda Aceh should expand its political socialization efforts through more contextual and sustainable approaches while encouraging citizens to enhance their political awareness and participation in a rational manner, free from transactional practices. Keywords: Strategy, Political Participation, Banda Aceh Independent Election Commission. .

Citation



    SERVICES DESK