<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708907">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN ZAT PEWARNA ALAMI DARI TINTA CUMI-CUMI (LOLIGO SP.) MENGGUNAKAN TEKNIK IKAT CELUP PADA PRODUK SARUNG BANTAL HIAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKA SAFIA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan pewarna alami dalam industri tekstil terus menurun karena pewarna&#13;
sintetis dianggap lebih praktis, meski berdampak buruk bagi lingkungan dan&#13;
kesehatan. Tinta cumi-cumi sebagai pewarna alami yang aman dan ramah&#13;
lingkungan masih jarang dimanfaatkan sehingga potensinya kurang dikenal. Tinta&#13;
cumi sebenarnya berpotensi menghasilkan warna khas jika digunakan dalam teknik&#13;
ikat celup. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tinta cumi-cumi (Loligo&#13;
sp.) sebagai zat pewarna alami menggunakan teknik ikat celup pada produk lenan&#13;
rumah tangga berupa sarung bantal hias. Metode yang digunakan berupa&#13;
eksperimen terapan yang dilaksanakan di Laboratorium Tata Busana PKK FKIP&#13;
Universitas Syiah Kuala selama empat bulan. Pendekatan kualitatif diterapkan&#13;
untuk mengetahui tanggapan informan terhadap produk sarung bantal hias hasil&#13;
pewarnaan tinta cumi-cumi menggunakan teknik ikat celup. Penelitian ini&#13;
melibatkan lima informan yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling,&#13;
terdiri atas satu pengrajin ikat celup, dua penjahit lenan rumah tangga, dan dua ibu&#13;
rumah tangga pengguna produk. Tahapan penelitian meliputi proses ekstraksi tinta&#13;
cumi-cumi sebagai bahan pewarna alami, pengaplikasian pada kain katun&#13;
menggunakan teknik ikat celup dengan fiksator tawas dan tunjung, pembuatan&#13;
produk sarung bantal hias, serta evaluasi hasil melalui wawancara dengan informan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinta cumi-cumi berhasil digunakan sebagai&#13;
pewarna alami yang menghasilkan warna abu-abu khas dengan karakter lembut dan&#13;
klasik. Produk dengan fiksator tawas menghasilkan warna abu kebiruan sedangkan&#13;
fiksator tunjung menghasilkan warna abu kehijauan. Tanggapan informan secara&#13;
umum sangat positif terhadap hasil alami dari tinta cumi-cumi, desain motif yang&#13;
dihasilkan dari teknik ikat celup, serta kualitas jahitan produk. Informan menilai&#13;
produk memiliki nilai estetika, kelayakan fungsi, dan potensi nilai jual tinggi.&#13;
Penelitian ini membuktikan bahwa tinta cumi-cumi dapat dijadikan alternatif&#13;
pewarna alami yang ramah lingkungan serta memberikan inovasi dalam&#13;
pengembangan produk tekstil rumah tangga.&#13;
Kata kunci: tinta cumi-cumi, pewarna alami, teknik ikat celup, lenan rumah tangga,&#13;
sarung bantal hias</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EMBROIDERY - ARTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DYEING - TEXTILE ARTS</topic>
 </subject>
 <classification>746.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708907</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 13:09:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 16:05:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>