<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708899">
 <titleInfo>
  <title>MERACU TUNGGANG BALIAK DAN MERACU DUA PADA TRADISI PELAMINAN ADAT JAMEE DI KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FANITA YULIARISA ASWIJA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai dan simbol pelaminan adat Jamee menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan tradisi budaya di Kabupaten Aceh Selatan. Tradisi Meracu Tunggang Baliak dan Meracu Dua tidak hanya berfungsi sebagai hiasan dalam upacara pernikahan, tetapi juga mengandung nilai religius, sosial, dan filosofis yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Aneuk Jamee. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran masyarakat dalam mempertahankan dan melestarikan tradisi pelaminan adat Jamee dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Meracu Tunggang Baliak dilaksanakan pada upacara adat penuh dengan struktur pelaminan yang megah dan sarat simbol, sedangkan Meracu Dua dilakukan secara lebih sederhana namun tetap mengandung makna religius dan sosial yang mendalam. Pelestarian tradisi ini dijalankan melalui peran tokoh adat sebagai penjaga nilai dan makna budaya, perempuan sebagai pelaku utama dalam proses Meracu, generasi muda sebagai penerus tradisi, serta dukungan pemerintah daerah melalui kegiatan promosi dan festival budaya. Kesimpulannya, pelaminan adat Jamee merupakan warisan budaya yang memiliki nilai simbolik, estetika, dan spiritual yang mencerminkan filosofi hidup serta struktur sosial masyarakat Jamee. Tradisi Meracu dua bentuknya mengandung nilai gotong royong, penghormatan terhadap adat, dan keseimbangan dalam rumah tangga. Meskipun peran masyarakat masih kuat dalam menjaga keberlangsungan tradisi, menurunnya pemahaman generasi muda menuntut adanya upaya pelestarian dan regenerasi nilai-nilai adat agar tradisi ini tetap lestari dan mampu bertahan di tengah arus modernisasi.&#13;
Kata Kunci : Meracu Tunggang Baliak, Meracu Dua, Pelaminan Adat Jamee, Peran Masyarakat, Pelestarian Budaya.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708899</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 12:57:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 15:12:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>