<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708893">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGUNGKAPAN KARBON DAN CARBON RISK MANAGEMENT TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KOMITE KEBERLANJUTAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN TERCATAT SEKTOR ENERGI IDX</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tania Indira Rizqina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Akuntansi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Evolusi industri modern saat ini tidak terpisahkan dari isu-isu keberlanjutan lingkungan yang semakin menarik perhatian global. Menurut International Energy Agency (IEA), emisi karbon global yang bersumber dari pembakaran energi dan proses industri mencapai 36,8 gigaton pada tahun 2022 kemudian meningkat sekitar 0,5 gigaton dari tahun 2021 sehingga mencetak rekor tertinggi baru. Di tahun 2023, mayoritas emisi CO2 dari bahan bakar fosil berasal dari batu bara (41%), minyak (32%) dan gas alam (21%), produksi semen (4%) serta proses lain seperti pembakaran bahan bakar kilang. Penelitian ini mengkaji pengaruh pengungkapan karbon dan carbon risk management terhadap nilai perusahaan dengan komite keberlanjutan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan emisi karbon memberikan manfaat dan pengaruh terhadap nilai perusahaan, yang menunjukkan bahwa pengungkapan emisi karbon yang transparan dinilai oleh para pemangku kepentingan sebagai komitmen nyata perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungannya. Carbon risk management yang kompeten dan meningkatkan valuasi perusahaan yang  bertindak sebagai sumber keunggulan kompetitif strategis. Keberadaan komite  keberlanjutan tidak mempengaruhi hubungan antara pengungkapan karbon dan nilai perusahaan begitu pula dengan carbon risk management.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708893</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 12:37:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 15:09:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>