Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KOREOGRAFI TARI PUTEH KARYA NOVIRELA MINANG SARI DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH
Pengarang
MUZKYATI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Dra. Tri Supadmi, M.Sn - 196702161993032002 - - - Dosen Pembimbing I
Yeni Zuryaningsih, M.Pd 199305312022032012 - - - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102030007
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi Tari Puteh karya Novirela Minang Sari. Tari ini berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2023 di tingkat SMP, mewakili SMP Negeri 1 Banda Aceh, meliputi aspek gerak, musik, properti, tata busana, dan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari koreografer Tari Puteh. Objek penelitian adalah koreografi Tari Puteh itu sendiri. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Seluruh proses analisis dilakukan untuk menggali dan memahami secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Puteh merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari fenomena sosial khususnya isu kekerasan seksual terhadap anak. Proses koreografi melalui tahapan eksplorasi, yaitu pencarian dan penggalian ide gerak berdasarkan tema, dilanjutkan dengan improvisasi berupa penemuan gerak secara spontan saat latihan, kemudian disusun menjadi komposisi tari. Dilihat juga Bentuk koreografi Tari Puteh mencakup mencakup lima fase ragam gerak dan 28 pola lantai. Musik iringan pada Tari Puteh sangat berperan penting sebagai musik pengiring dalam membangun suasana mencekam dan kondisi yang sedang ramai diperbincangkan memperkuat karakter gerak, serta mendukung ekspresi emosional tarian. Busana penari berwarna merah dengan baju kurung lengan panjang dan celana merah panjang kemudian dengan riasan ikatan pinggang serta hijab berwarna hitam. Properti yang digunakan dalam pertunjukan ini terdiri atas kotak hitam dan sarung tangan putih melambangkan kesucian, luka yang tersembunyi, serta suara yang terbungkam. Melalui perpaduan musik, busana, dan properti, Tari Puteh mampu menyampaikan pesan emosional yang mendalam kepada penonton.
This study aims to describe the choreography of Tari Puteh by Novirela Minang Sari. This dance won first place in the 2023 National Student Art Festival and Competition (FLS2N) at the junior high school level, representing SMP Negeri 1 Banda Aceh, covering aspects of movement, music, props, costumes, and the meaning contained therein. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The data sources in this study came from the choreographer of the Puteh Dance. The object of the study was the choreography of the Puteh Dance itself. Data analysis was carried out in stages of data reduction, data presentation, and verification. The entire analysis process was carried out to explore and understand the subject in depth. The results of the study show that Tari Puteh is a creative dance inspired by social phenomena, particularly the issue of sexual violence against children. The choreography process involves a stage of exploration, namely the search for and exploration of movement ideas based on the theme, followed by improvisation in the form of spontaneous movement discovery during practice, which is then arranged into a dance composition. The choreography of Tari Puteh also includes five phases of movement and 28 floor patterns. The accompanying music in Tari Puteh plays a very important role in creating a tense atmosphere and a condition that is currently being widely discussed, strengthening the character of the movements and supporting emotional expression.
KAJIAN KOREOGRAFI TARI SILAT GELOMBANG DI PERGURUAN PORSIAK KUBU KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT (Fani Faradina, 2021)
KAJIAN KOREOGRAFI TARI NYAK CUT DI SANGGAR BANDA BEUTARI KOTA LANGSA (ALFIYA RAHMI, 2021)
KAJIAN KOREOGRAFI TARI TRADISI BLANG KARYA M. RIZA (ISMIYATUL ZANNAH, 2018)
KAJIAN KOREOGRAFI TARI GASEH SEUTIA DI SANGGAR CUT MEUTIA MEULIGOE ACEH UTARA (Farah Maulidya, 2024)
KAJIAN KOREOGRAFI TARI RAMPHAK DI KOMUNITAS SALEUM KECAMATAN SYIAH KUALA, KOTA BANDA ACEH (RESHA SOFIA, 2021)