<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708889">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KOREOGRAFI TARI PUTEH KARYA NOVIRELA MINANG SARI DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUZKYATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi Tari Puteh karya Novirela Minang Sari. Tari ini berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2023 di tingkat SMP, mewakili SMP Negeri 1 Banda Aceh, meliputi aspek gerak, musik, properti, tata busana, dan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari koreografer Tari Puteh. Objek penelitian adalah koreografi Tari Puteh itu sendiri. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Seluruh proses analisis dilakukan untuk menggali dan memahami secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Puteh merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari fenomena sosial khususnya isu kekerasan seksual terhadap anak. Proses koreografi melalui tahapan eksplorasi, yaitu pencarian dan penggalian ide gerak berdasarkan tema, dilanjutkan dengan improvisasi berupa penemuan gerak secara spontan saat latihan, kemudian disusun menjadi komposisi tari. Dilihat juga Bentuk koreografi Tari Puteh mencakup mencakup lima fase ragam gerak dan 28 pola lantai. Musik iringan pada Tari Puteh sangat berperan penting sebagai musik pengiring dalam membangun suasana mencekam dan kondisi yang sedang ramai diperbincangkan memperkuat karakter gerak, serta mendukung ekspresi emosional tarian. Busana penari berwarna merah dengan baju kurung lengan panjang dan celana merah panjang kemudian dengan riasan ikatan pinggang serta hijab berwarna hitam. Properti yang digunakan dalam pertunjukan ini terdiri atas kotak hitam dan sarung tangan putih melambangkan kesucian, luka yang tersembunyi, serta suara yang terbungkam. Melalui perpaduan musik, busana, dan properti, Tari Puteh mampu menyampaikan pesan emosional yang mendalam kepada penonton.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708889</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 12:27:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 14:52:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>