<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708875">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN BODY IMAGE PADA REMAJA PEREMPUAN PENGGUNA TIKTOK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aulia Nisya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Remaja perempuan merupakan kelompok yang rentan terhadap tekanan sosial terkait penampilan fisik, khususnya di era media sosial seperti TikTok yang didominasi konten visual dan tren kecantikan. Dukungan sosial diduga berperan penting dalam membantu remaja membangun body image yang lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan body image pada remaja perempuan pengguna TikTok. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasi Pearson. Sampel berjumlah 349 remaja perempuan berusia 15 -18 tahun di Banda Aceh dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Multidimensional Scale of Perceived Social Support (Zimet et al., 1988) dan Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire – Appearance Scale (Cash, 2000). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dan dimensi body image. Secara khusus, empat dimensi body image appearance evaluation, body area satisfaction, overweight preoccupation, dan self-classified weight memiliki hubungan signifikan dengan dukungan sosial. Sebaliknya, pada dimensi appearance orientation tidak ditemukan adanya hubungan antar kedua variabel.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708875</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 12:00:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 14:29:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>