<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708863">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA KELAINAN REFRAKSIRNDENGAN KUALITAS HIDUP PADA MAHASISWARNFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITASRNSYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pocut Geubrina Ratunandika</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelainan refraksi sering terjadi pada mahasiswa kedokteran akibat tingginya aktivitas&#13;
membaca dan penggunaan layar dalam jangka panjang sehingga dapat memengaruhi&#13;
kualitas hidup. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan&#13;
desain cross sectional yang melibatkan 266 mahasiswa kedokteran angkatan 2022 di&#13;
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala melalui metode total sampling.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada periode September hingga Oktober 2025. Status&#13;
refraksi dinilai menggunakan Snellen Chart dan dikategorikan menjadi emetropia dan&#13;
ametropia, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner NEI VFQ-25.&#13;
Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman dan independent t-test dengan&#13;
tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,9% responden&#13;
mengalami kelainan refraksi, dan kelompok dengan ametropia memiliki nilai kualitas&#13;
hidup lebih rendah dibandingkan kelompok emetropia. Terdapat hubungan yang&#13;
signifikan antara kelainan refraksi dengan kualitas hidup (p = 0,000) dengan korelasi&#13;
negatif (r = –0,426), yang menunjukkan bahwa semakin berat kelainan refraksi maka&#13;
semakin rendah kualitas hidup. Dengan demikian, kelainan refraksi terbukti&#13;
berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup mahasiswa sehingga pemeriksaan&#13;
mata secara rutin dan koreksi optik yang adekuat direkomendasikan untuk&#13;
meningkatkan kenyamanan visual dan fungsi belajar.&#13;
Kata kunci: kelainan refraksi, kualitas hidup, NEI VFQ-25, mahasiswa kedokteran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708863</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 11:41:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 15:01:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>