<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708791">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POLITIK IDENTITAS PADA PEMILIHAN GUBERNUR ACEH TAHUN 2024</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jelita Hati Hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Negara yang menganut paham demokrasi menjadikan pemilihan umum sebagai standar&#13;
dijadikannya sebuah demokrasi. Hal ini dikarenakan oleh dalam pelaksanaan pemilihan&#13;
umum terdapat gambaran partisipasi dan aspirasi masyarakat. Indonesia sebagai negara&#13;
majemuk terdiri dari banyak identitas, ras, suku dan budaya, memiliki problematika&#13;
berupa isu politik identitas yang sering terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum.&#13;
Salah satunya Provinsi Aceh yang merupakan provinsi dengan data BPS 2024&#13;
menyatakan lebih dari 97% penduduk masyarakat Aceh beragama Islam, sehingga&#13;
praktik politik identitas memiliki potensi yang besar dalam memenangkan kandidat&#13;
dalam pemilihan umum. Maka dengan latarbelakang identitas keagamaan Islam di&#13;
Aceh menarik untuk dikaji lebih jauh dinamika Pilkada di Aceh. Tujuan dari penelitian&#13;
ini untuk melihat bagaimana kondisi politik pilkada aceh dan perkembangan politik&#13;
identitas itu sendiri. Penelitian ini menggunakan teori politik identitas Pierre Van Den&#13;
Bergh dan memakai metode kualitatif dalam penelitiannya. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa terdapat kondisi politik yang didasari oleh dinamika politik lokal&#13;
dan sikap politik masyarakat aceh serta adanya perkembangan politik di Aceh.&#13;
Perkembangan politik di Aceh cukup jauh perjalanannya, namun hal yang berbau&#13;
politik di identitas sangat melekat apalagi pasca adanya otonomi kekhususan yakni&#13;
lahirnya politik lokal di Aceh. Maka polemik pemilihan gubernur aceh 2024 lalu&#13;
dibedakan cara kampanye politik oleh kandidat baik nomor urut 1 maupun nomor urut&#13;
2 memiliki potensi kemenangan, namun masyarakat Aceh lah yang menentukan&#13;
kemenangan atas suara-suara mereka.&#13;
Kata Kunci : Pilkada, Politik Identitas dan Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708791</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 20:24:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 09:22:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>