<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708789">
 <titleInfo>
  <title>DISFEMISME DAN EUFEMISME DALAM TUTURAN KOMUNITAS BANJAR DI PEMATANG GUNTUNG SERDANG BEDAGAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Aisah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aisah, Siti. (2025). Disfemisme dan Eufemisme dalam Tuturan Komunitas Banjar di pematang Guntung Serdang Bedagai. [Tesis. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Dr. Drs. Teuku Alamsyah, M.Pd. dan Prof. Dr. Drs. Razali, M.Pd.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan Fungsi ungkapan disfemisme dan eufemisme dalam tuturan komunitas Banjar di Pematang Guntung Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan dan wawancara. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tuturan komunitas Banjar ditemukan adanya bentuk disfemisme dan eufemisme berupa kata, frasa dan klausa. Adapun contoh disfemisme dalam bentuk kata adangan yang berarti kerbau, bentuk frasa urang ganap yang berarti manusia bajingan, dan bentuk klausa inya banar burik yang berarti dia jelek benar. Adapun bentuk eufemisme dalam kata batianan yang berarti hamil, bentuk frasa wawan hiar yang berarti hilang ingatan, dan bentuk klausa inya kadak bisa bapandir yang berarti dia tidak bisa bicara. Selain bentuk, terdapat juga fungsi disfemisme dalam tuturan komunitas Banjar untuk merendahkan, yaitu kata macal yang berarti jahat, untuk menyatakan tidak suka, yaitu pamikirin bungul yang berarti memiliki pemikiran bodoh, untuk penggambaran negatif pada lawan politik yaitu karamput berarti pendusta, untuk mengungkapkan kemarahan yaitu tambuk yang berarti busuk dan untuk mengkritik, yaitu babinian liar yang berarti wanita liar. Fungsi eufemisme digunakan untuk ungkapan kerahasiaan, yaitu mabat yang berarti diamankan, alat Pendidikan, yaitu iwak karya yang berarti pengangguran, dan menghindari tabu, yaitu pampijit yang berarti bangsat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas Banjar senantiasa menggunakan bentuk beserta fungsi disfemisme dan eufemisme saat berkomunikasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Disfemisme, eufemisme, tuturan komunitas Banjar. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708789</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 20:17:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 08:17:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>