<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708787">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FRAMING MEDIA LOKAL TERHADAP CALON GUBERNUR ACEH PERIODE TAHUN 2024-2029</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIS AULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemilihan Gubernur Aceh tahun 2024 menjadi momentum penting dalam proses demokrasi daerah yang menuntut peran aktif media dalam menyampaikan informasi politik secara objektif dan berimbang. Namun, dalam praktiknya, media lokal kerap dianggap tidak netral karena adanya kecenderungan untuk menonjolkan citra positif atau negatif terhadap calon tertentu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk framing media lokal terhadap calon gubernur Aceh periode 2024–2029. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi media lokal dalam membingkai isu politik selama masa kampanye, menelusuri motif redaksional di balik pembentukan narasi politik, serta memahami bagaimana framing tersebut berpengaruh terhadap persepsi publik di tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lokal Aceh memiliki kecenderungan framing yang berbeda dalam memberitakan Pilkada Aceh 2024. Serambi Indonesia cenderung menampilkan pemberitaan bernada positif terhadap pasangan Bustami Hamzah–Syekh Fadhil, sementara AJNN, Dialeksis, dan RMOL Aceh lebih dominan membangun citra positif terhadap pasangan Mualem–Dek Fadh. Perbedaan framing terlihat jelas pada seleksi isu, penonjolan aspek tertentu, serta penggunaan diksi dan narasi yang berulang dalam pemberitaan. Media yang mendukung satu pasangan calon cenderung menonjolkan dukungan politik, legitimasi tokoh, dan visi-misi kandidat, sementara pasangan lain lebih sering dikaitkan dengan konflik, polemik, atau isu negatif. Temuan ini menegaskan bahwa pemberitaan media lokal tidak sepenuhnya netral, melainkan turut berperan dalam membentuk konstruksi realitas politik dan persepsi publik menjelang Pilkada Aceh 2024.&#13;
 &#13;
Kata Kunci: Framing, Media Lokal, Calon Gubernur Aceh, Pemberitaan Politik, Pilkada 2024</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708787</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 20:08:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 09:20:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>