<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708741">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PENGOBAT TRADISIONAL DENGAN PASIEN DI KABUPATEN ACEH SINGKIL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aisyah Kumala</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengobatan tradisional masih menjadi pilihan utama sebagian masyarakat di &#13;
Kabupaten Aceh Singkil, terutama karena kedekatan budaya, kepercayaan, dan &#13;
kenyamanan dalam berkomunikasi dengan pengobat tradisional. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui bentuk dan pola komunikasi interpersonal antara &#13;
pengobat tradisional dan pasien di Kabupaten Aceh Singkil. Jenis penelitian ini&#13;
adalah mixed method (kualitatif dan deskriptif) dengan teknik pengumpulan data &#13;
melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengobat serta pasien. &#13;
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh, dengan &#13;
jumlah partisipan sebanyak 15 (lima belas) orang, yang terdiri atas 6 (enam) &#13;
pengobat tradisional dan 9 (sembilan) pasien di Desa Pulo Sarok, Kabupaten Aceh &#13;
Singkil. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa komunikasi interpersonal antara &#13;
pengobat tradisional dan pasien berlangsung dalam suasana kekeluargaan, &#13;
didukung oleh penggunaan bahasa daerah, pemilihan kata yang sederhana, serta &#13;
penjelasan melalui perumpamaan dan contoh kehidupan sehari-hari. Pola &#13;
komunikasi mengikuti tahapan greet–invite–discuss, dimana pengobat &#13;
membangun hubungan yang hangat, menggali keluhan pasien melalui pertanyaan &#13;
terbuka, kemudian memberikan penjelasan pengobatan secara jelas dan mudah &#13;
dipahami. Selain itu, pengobat tradisional menunjukkan sikap profesional dengan &#13;
merujuk pasien ke fasilitas kesehatan modern apabila kondisi berada di luar batas &#13;
kompetensinya. Secara keseluruhan, komunikasi interpersonal antara pengobat &#13;
tradisional dan pasien di Aceh Singkil mencerminkan hubungan yang egaliter, &#13;
harmonis, dan sangat dipengaruhi oleh nilai budaya lokal. &#13;
Kata Kunci : Komunikasi interpersonal, pengobat tradisional, pasien, budaya &#13;
lokal, Aceh Singkil</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TRADITIONAL MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INTERPERSONAL COMMUNICATION - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708741</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 15:42:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 09:36:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>