<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708737">
 <titleInfo>
  <title>EFEK ANTIHIPERGLIKEMIK EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP KADAR GLUKOSA RNDARAH DAN BERAT BADAN TIKUS DIABETES YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOSIN-NIKOTINAMID</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAUFAL FALAH LUBIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan prevalensi DM salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan dalam terapi konvensional, seperti efek samping obat, tingginya biaya, serta keterbatasan akses layanan kesehatan, mendorong sebagian masyarakat beralih atau menambahkan terapi komplementer sebagai alternatif yang lebih terjangkau dan mudah diperoleh. Salah satu terapi komplementer yang berpotensi adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional, termasuk daun salam (Syzygium polyanthum) yang secara empiris telah digunakan masyarakat sebagai antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemik ekstrak daun salam terhadap kadar glukosa darah dan berat badan tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar yang diinduksi streptozotosin-nikotinamid. Penelitian ini menggunakan desain pre and post-test control group terhadap 16 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok percobaan, yaitu kelompok kontrol normal, kelompok kontrol DM, kelompok diabetes + metformin dosis 50 mg/KgBB, dan kelompok diabetes + ekstrak daun salam dosis 300 mg/kgBB. Parameter yang diukur adalah kadar glukosa darah dan berat badan tikus selama 28 hari perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian ekstrak daun salam menunjukkan penurunan signifikan kadar glukosa darah dibandingkan kelompok kontrol diabetes yang tidak diterapi (p=0,019) dan pemberian ekstrak daun salam tidak menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perubahan berat badan tikus (p=0,805). Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun salam dosis 300 mg/kgBB berpotensi sebagai terapi komplementer antihiperglikemik yang efektif. &#13;
&#13;
Kata kunci: Diabetes melitus, Syzygium polyanthum, kadar glukosa darah, berat badan, streptozotosin-nikotinamid, antihiperglikemik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708737</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 15:37:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 15:44:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>