IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI HABITAT ORANGUTAN TAPANULI DI WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN PT AGINCOURT RESOURCES | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI HABITAT ORANGUTAN TAPANULI DI WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN PT AGINCOURT RESOURCES


Pengarang

ALINAFIA NASUTION - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mulkal - 198010162012121003 - Dosen Pembimbing I
Moehammad Ediyan Raza Karmel - 198902262019031006 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2004108010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Pertambangan (S1) / PDDIKTI : 31201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Pertambangan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aktivitas pertambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Agincourt Resources dalam Ekosistem Batang Toru merupakan salah satu contoh perusahaan yang mengedepankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Namun, sebagai pertambangan yang bersinggungan langsung dengan keberadaan habitat Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), dibutuhkan upaya monitoring lingkungan terutama dalam hal perubahan vegetasi dan karakteristik biofisik habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat orangutan berdasarkan parameter vegetasi, ketinggian, dan kemiringan lereng, serta menganalisis perubahan kerapatan vegetasi antara tahun 2019 dan 2024 menggunakan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan indeks NDVI dari citra Landsat 8–9. Hasil menunjukkan bahwa nilai NDVI berkisar antara -0,1 hingga 0,6, dengan dominasi vegetasi cukup rapat (NDVI 0,4–0,6) seluas 81,22%. Habitat orangutan tersebar pada ketinggian 86–1.343 mdpl, dengan 62,11% berada di atas 750 mdpl, dan sebagian besar wilayah memiliki kemiringan curam hingga sangat curam (>25%). Perbandingan NDVI tahun 2019 dan 2024 menunjukkan penurunan persentase vegetasi cukup rapat dari 93,20% menjadi 81,22%, serta peningkatan vegetasi jarang dari 5,52% menjadi 17,15%. Dari hasil analisis ini, perubahan tersebut bukan disebabkan oleh bukaan lahan pertambangan, karena area yang benar-benar terganggu oleh aktivitas bukaan lahan tambang biasanya memiliki nilai NDVI sangat rendah (0–0,2), sedangkan kategori vegetasi jarang yang tercatat masih berada pada rentang NDVI yang lebih tinggi.

Mining activities within the Mining Business Permit (IUP) area of PT Agincourt Resources in the Batang Toru Ecosystem represent one example of a company that prioritizes responsible and sustainable mining practices. However, since these activities are directly adjacent to the habitat of the Tapanuli Orangutan (Pongo Tapanuliensis), continuous environmental monitoring is required, particularly with regard to changes in vegetation and the biophysical characteristics of the habitat. This study aims to identify the characteristics of orangutan habitat based on vegetation parameters, elevation, and slope steepness, as well as to analyze changes in vegetation density between 2019 and 2024 using spatial analysis through Geographic Information Systems (GIS) and NDVI indices derived from Landsat 8–9 imagery. The results indicate that NDVI values range from -0.1 to 0.6, with dense vegetation (NDVI 0.4–0.6) dominating 81.22% of the area. Orangutan habitat is distributed across elevations of 86–1,343 meters above sea level, with 62.11% occurring above 750 meters, and most of the area characterized by steep to very steep slopes (>25%). A comparison of NDVI values between 2019 and 2024 shows a decline in the proportion of dense vegetation from 93.20% to 81.22%, along with an increase in sparse vegetation from 5.52% to 17.15%. Based on this analysis, the observed changes are not attributed to mining land clearing activities, since areas directly affected by such disturbances typically exhibit very low NDVI values (0–0.2), whereas the sparse vegetation category recorded in this study still falls within relatively higher NDVI ranges.

Citation



    SERVICES DESK