<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708707">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI HABITAT ORANGUTAN TAPANULI DI WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN PT AGINCOURT RESOURCES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALINAFIA NASUTION</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Pertambangan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aktivitas pertambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Agincourt Resources dalam Ekosistem Batang Toru merupakan salah satu contoh perusahaan yang mengedepankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Namun, sebagai pertambangan yang bersinggungan langsung dengan keberadaan habitat Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), dibutuhkan upaya monitoring lingkungan terutama dalam hal perubahan vegetasi dan karakteristik biofisik habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat orangutan berdasarkan parameter vegetasi, ketinggian, dan kemiringan lereng, serta menganalisis perubahan kerapatan vegetasi antara tahun 2019 dan 2024 menggunakan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan indeks NDVI dari citra Landsat 8–9. Hasil menunjukkan bahwa nilai NDVI berkisar antara -0,1 hingga 0,6, dengan dominasi vegetasi cukup rapat (NDVI 0,4–0,6) seluas 81,22%. Habitat orangutan tersebar pada ketinggian 86–1.343 mdpl, dengan 62,11% berada di atas 750 mdpl, dan sebagian besar wilayah memiliki kemiringan curam hingga sangat curam (&gt;25%). Perbandingan NDVI tahun 2019 dan 2024 menunjukkan penurunan persentase vegetasi cukup rapat dari 93,20% menjadi 81,22%, serta peningkatan vegetasi jarang dari 5,52% menjadi 17,15%. Dari hasil analisis ini, perubahan tersebut bukan disebabkan oleh bukaan lahan pertambangan, karena area yang benar-benar terganggu oleh aktivitas bukaan lahan tambang biasanya memiliki nilai NDVI sangat rendah (0–0,2), sedangkan kategori vegetasi jarang yang tercatat masih berada pada rentang NDVI yang lebih tinggi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708707</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 14:58:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 15:09:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>