<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708703">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN STRES DENGAN TEMPOROMANDIBULAR DISORDER PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI NABILLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stres merupakan respons fisiologis dan psikologis yang timbul ketika tuntutan lingkungan melebihi kemampuan individu dalam melakukan adaptasi. Mahasiswa kedokteran gigi memiliki risiko tinggi mengalami stres akibat beban akademik yang berat, yang dapat memengaruhi kesehatan orofasial, termasuk memicu terjadinya Temporomandibular Disorder (TMD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan Temporomandibular Disorder (TMD) pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala angkatan 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang yang melibatkan 79 responden melalui teknik total sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Student-Life Stress Inventory (SSI), sedangkan TMD diukur menggunakan Fonseca Anamnestic Index (FAI). Variabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres ringan (82,3%) dan TMD ringan (40,5%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat stres dan TMD (p = 0,000), sedangkan uji Spearman menunjukkan korelasi positif berkekuatan sedang (r = 0,393; p = 0,000), yang mengindikasikan bahwa peningkatan stres berkaitan dengan peningkatan keparahan TMD. Disimpulkan bahwa tingkat stres berhubungan signifikan dengan TMD pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708703</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 14:44:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 14:52:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>