<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708697">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL KENYAMANAN TERMAL RUMAH TIPE 36 DENGAN PERBANDINGAN VENTILASI ALAMIAH DAN EAHE (EARTH-AIR HEAT EXCHANGER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKY KURNIAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tingginya ketergantungan pada sistem pendingin konvensional telah menyebabkan peningkatan konsumsi energi dan emisi karbon di sektor perumahan Indonesia, terutama pada rumah sederhana tipe 36. Penelitian ini melakukan kajian eksperimental untuk membandingkan kinerja sistem Earth-Air Heat Exchanger (EAHE) dengan ventilasi alamiah dalam menciptakan kenyamanan termal. Eksperimen dilakukan pada rumah tipe 36 di Gampong Kajhu, Aceh Besar, dengan menganalisis pengaruh laju aliran udara 0,09 m³/s terhadap performa termal sistem. Data suhu tanah pada kedalaman 0,2-1,0 m, suhu udara inlet-outlet EAHE, suhu ruangan, dan konsumsi energi blower dikumpulkan selama periode operasional pukul 09.00-17.00 WIB. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa EAHE mampu menurunkan suhu udara lingkungan secara signifikan hingga 5,52°C dan mempertahankan suhu keluar yang stabil pada 30-32°C. Sistem ini mencapai efektivitas termal 0,998 dan nilai Coefficient of Performance (COP) 2,4, menunjukkan efisiensi energi yang sangat baik. Analisis ekonomi menunjukkan konsumsi energi blower hanya 2,992 kWh/hari dengan biaya operasional Rp 1.241/hari, menjadikan EAHE solusi yang ekonomis untuk rumah tipe 36. Kedalaman tanah 0,8-1,0 m terbukti optimal dengan stabilitas suhu 30-31°C. Disimpulkan bahwa EAHE secara signifikan lebih unggul dalam menstabilkan suhu &#13;
ruangan dan menciptakan kenyamanan termal dibandingkan ventilasi alamiah, khususnya pada kondisi beban panas puncak di siang hari. Temuan ini mendukung implementasi EAHE sebagai solusi pendinginan pasif yang berkelanjutan untuk perumahan sederhana di iklim tropis Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708697</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 14:38:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 14:49:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>