HUBUNGAN BULLYING DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS RNDI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN BULLYING DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS RNDI BANDA ACEH


Pengarang

DINDA SITI FAIZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Tahlil - 197202042001121001 - Dosen Pembimbing I
Maulina - 198202022015042001 - Dosen Pembimbing II
Asniar - 197811222002122002 - Penguji
Aiyub - 197405312006041005 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2212101010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Ilmu Keperawatan Unsyiah., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bullying dan perilaku merokok merupakan dua masalah perilaku remaja yang terus meningkat. Pengalaman menjadi korban bullying dapat menimbulkan tekanan psikologis yang membuat remaja mencari pelarian melalui perilaku berisiko termasuk merokok. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara bullying dan perilaku merokok pada remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 220 responden dipilih melalui teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data terdiri dari kuesioner skala bullying dan perilaku merokok yang disebarkan ke setiap kelas yang menjadi sampel penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori bullying sedang yaitu sebanyak 144 responden (65,5%) dan tidak merokok yaitu 118 responden (53,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara bullying dan perilaku merokok pada remaja sekolah menengah atas di Banda aceh (p = 0,000) maka dapat disimpulkan meskipun dalam penelitian ini ditemukan bahwa lebih banyak remaja yang tidak merokok, bullying menjadi salah satu faktor pemicu bagi sebagian remaja untuk mulai merokok. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi sekolah yang terintegrasi, tidak hanya untuk mencegah bullying tetapi juga untuk mengurangi perilaku merokok. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor resiko lain yang mungkin berperan dalam perilaku merokok.

Bullying and smoking behavior are two adolescent behavioral problems that continue to increase. Experiences of being bullied can cause psychological distress, which may lead adolescents to seek coping mechanisms through risky behaviors, including smoking. This study aimed to identify the relationship between bullying and smoking behavior among senior high school adolescents in Banda Aceh. This study employed a quantitative, descriptive, correlational design with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 220 respondents selected through cluster random sampling. Data were collected using bullying scale questionnaires and smoking behavior questionnaires distributed to each class included in the study sample. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses, with the Chi-square test used to examine relationships between variables. The results showed that the majority of respondents (144 or 65.5%) experienced moderate levels of bullying, and most respondents (118 or 53.6%) were non-smokers. A statistically significant relationship was found between bullying and smoking behavior among senior high school adolescents in Banda Aceh (p = 0.000). These findings indicate that although more adolescents in this study did not smoke, bullying serves as a triggering factor for some adolescents to initiate smoking behavior. This study highlights the importance of integrated school-based interventions, not only to prevent bullying but also to reduce smoking behavior among adolescents. Future research is recommended to explore other risk factors that may contribute to smoking behavior.

Citation



    SERVICES DESK