<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708637">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI METODE GRAVITY UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN SITUS BENTENG GUNUNG BIRAM, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Evi Dariati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Situs Benteng Gunung Biram di Aceh Besar merupakan salah satu peninggalan arkeologi penting Kerajaan Aceh Darussalam yang hingga kini masih minim kajian mengenai kondisi struktur bawah permukaannya. Keterbatasan metode ekskavasi yang bersifat destruktif mendorong perlunya pendekatan geofisika non-destruktif untuk mendukung upaya pelestarian dan pemahaman nilai arkeologis situs tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan pada Situs Benteng Gunung Biram, Aceh Besar, menggunakan metode gravitasi. Pengukuran dilakukan menggunakan gravimeter Scintrex CG-5 dengan jarak grid 3 meter di area luar benteng dan 2 meter di bagian dalam untuk meningkatkan resolusi terhadap objek arkeologi berukuran kecil. Data mentah kemudian dikoreksi melalui koreksi drift, pasang surut, lintang, udara bebas, Bouguer, dan topografi sehingga diperoleh anomali Bouguer lengkap. Distribusi anomali gravitasi di kawasan Benteng Gunung Biram menunjukkan variasi densitas batuan yang jelas. Nilai anomali Bouguer lengkap berada pada kisaran ±3870–3872 mGal, dengan anomali tinggi di sisi barat benteng (±3871,5–3872 mGal) akibat pengaruh scarp Sesar Seulimeum dan kontras densitas yang kuat (±1–1,5 mGal). Bagian timur–selatan memperlihatkan anomali lebih rendah dengan gradien halus, sedangkan area dalam benteng relatif stabil (±3870,2–3870,8 mGal) yang mencerminkan material konstruksi homogen. Interpretasi densitas menggunakan anomali Bouguer dan filter turunan horizontal (FHD), turunan vertikal kedua (SVD), tilt derivative, dan analitik sinyal berhasil mengidentifikasi struktur arkeologi terpendam dengan orientasi dominan Barat Laut–Tenggara, yang dikonfirmasi oleh temuan penggalian berupa sisa dinding, pilar, dan sebaran batuan terkubur.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Metode gravitasi, anomali Bouguer, struktur arkeologi terpendam, Benteng Gunung Biram, densitas batuan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708637</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 10:38:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 10:44:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>