<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708573">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN NANOPARTIKEL ZIRKONIA TERHADAP FLEXURAL STRENGTH BASISRN GIGI TIRUAN REPARASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Shaumal Hasaan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Reparasi basis gigi tiruan sering menggunakan resin akrilik self-cured yang memiliki kekuatan lentur (flexural strength) rendah sehingga rentan mengalami fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanopartikel zirkonia (nano-ZrO₂) dengan konsentrasi 0,5 wt%, 0,75 wt%, dan 1 wt% terhadap flexural strength resin akrilik self-cured pada reparasi basis gigi tiruan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post-test only control group. Sebanyak 24 spesimen resin akrilik polimerisasi panas berukuran 65 × 10 × 2,5 mm direparasi menggunakan resin akrilik self-cured yang dimodifikasi nano-ZrO₂ dengan konsentrasi 0 wt%, 0,5 wt%, 0,75 wt%, dan 1 wt% (n = 6 per kelompok). Uji flexural strength dilakukan menggunakan metode three-point bending test dengan Universal Testing Machine. Analisis morfologi patahan dan area sambungan reparasi dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menggunakan uji one-way ANOVA menunjukkan bahwa penambahan nano-ZrO₂ secara signifikan meningkatkan flexural strength resin akrilik self-cured (p = 0,008). Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada kelompok nano-ZrO₂ 1 wt% sebesar 68,42 MPa, diikuti kelompok 0,75 wt% sebesar 62,22 MPa dan 0,5 wt% sebesar 56,52 MPa, sedangkan kelompok kontrol menunjukkan nilai terendah sebesar 49,51 MPa. Perubahan mode fraktur dari brittle menjadi brittle semi-ductile teridentifikasi pada kelompok resin akrilik yang dimodifikasi nano-ZrO₂. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penambahan nano-ZrO₂ dengan konsentrasi 0,5%, 0,75%, dan 1% secara signifikan meningkatkan flexural strength resin akrilik self-cured untuk reparasi basis gigi tiruan, dengan konsentrasi 1 wt% memberikan hasil tertinggi dalam penelitian ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708573</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 19:08:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 09:53:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>