<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708551">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN MEMORI KOLEKTIF DALAM PENDIDIKAN SEJARAH KONTROVERSIAL DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Thalal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Pendidikan IPS (Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Pendidikan IPS (S3)S3)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disertasi ini menelusuri titik temu antara memori kolektif dan pendidikan sejarah kontroversial di Aceh. Fokus utama penelitian adalah pada kesenjangan antara memori komunal dan kesunyian kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dua hal. Pertama, bagaimana memori kolektif tentang tragedi Pulot-Cot Jeumpa 1955 direkonstruksi, dinegosiasikan, dan dipelihara oleh masyarakat. Kedua, bagaimana agensi guru sejarah terwujud saat mengelola narasi kontroversial tersebut di ruang kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memadukan analisis arsip, hikayat, observasi situs, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus dengan guru sejarah. Penelitian ini menghasilkan dua temuan teoretis utama. Pertama, penelitian ini mengajukan konsep Nested Contentious Memory atau Memori Bersarang yang Kontroversial untuk menjelaskan bahwa ingatan atas tragedi direkonstruksi secara berlapis yang meliputi aspek arsip, literer, naratif, dan kultural. Memori ini dinegosiasikan melalui pertentangan konstan antara ketiadaan yang dipaksakan arsip resmi dengan rasa kehilangan yang disuarakan masyarakat. Ingatan tersebut dipelihara secara aktif melalui jangkar komunal berupa ritual dan situs makam serta pewarisan afektif atau postmemory. Dinamika ini menghasilkan karakter memori kolektif Aceh yang unik dan ambivalen berupa sikap memaafkan di permukaan tetapi menyimpan potensi perlawanan laten yang kuat di dalamnya. Kedua, temuan menunjukkan agensi guru sejarah terwujud sebagai praktik negosiasi dalam model ‘Guru Sejarah sebagai Negosiator Memori.’ Peran ini adalah hasil dari kalkulasi konstan antara tiga elemen: motivasi pedagogis dan moral, kendala kurikuler dan sosial, dan strategi adaptif yang dikembangkan guru sejarah berupa perlawanan kurikuler dan pedagogi kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi dialektis antara struktur memori masyarakat dan inisiatif guru sejarah adalah kunci utama dalam pendidikan sejarah di wilayah pascakonflik. Struktur ‘Memori Bersarang yang Kontroversial’ menciptakan ruang kosong dalam kurikulum yang kemudian diisi oleh peran negosiasi guru sejarah. Penelitian ini berkontribusi pada studi memori dan pendidikan sejarah dengan menawarkan kerangka baru untuk menganalisis memori lokal yang terpinggirkan serta peran penting guru sejarah dalam masyarakat pascakonflik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708551</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 17:02:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 09:11:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>