<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708539">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENGARUH INTEGRASI SISTEM PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK TERHADAP KUALITAS DAYA PADA JARINGAN DISTRIBUSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. HABIB AL GHIFARI .Z</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia sebagai bagian dari komitmen menuju emisi net-zero telah mendorong integrasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ke dalam sistem distribusi tenaga listrik. Penambahan beban dari SPKLU ini berpotensi memengaruhi kualitas daya. Penelitian ini mengkuantifikasi dampak integrasi SPKLU terhadap kualitas daya, khususnya terkait profil tegangan, distorsi harmonik, dan peningkatan rugi-rugi daya,  pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV, menggunakan model sistem uji distribusi radial 30-Bus. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ETAP untuk membandingkan tiga skenario: kondisi jaringan dasar (baseline), integrasi tanpa koordinasi (worst case), dan integrasi dengan manajemen beban (power capping). Hasil simulasi kondisi jaringan dasar menunjukkan bahwa jaringan distribusi berada dalam tekanan dengan adanya 18 bus dalam batas marginal dan 3 bus kritis, Bus 14 adalah bus paling kritis, dengan total rugi-rugi daya sebesar 709 kW. Kemudian hasil simulasi menunjukkan bahwa integrasi SPKLU tanpa koordinasi menyebabkan penurunan tegangan terbesar terjadi pada bus terjauh (Bus 14) hingga menjadi 0,8842 pu, THD tegangan (THDv) tertinggi pada Bus 10 sebesar 1,34%, dan THD arus (THDi) tertinggi pada cabang dari Bus 1 menuju Bus 28 dengan nilai 2,71%. Secara signifikan, rugi-rugi daya aktif sistem meningkat sebesar  7,77% (709 kW menjadi 764,10 kW). Implementasi skenario power capping terbukti efektif, dengan mampu menekan kenaikan rugi-rugi daya menjadi hanya 3,64% (709 kW menjadi 736,32 kW serta memperbaiki profil tegangan dan distorsi harmonik. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa strategi manajemen beban merupakan langkah krusial untuk menjaga stabilitas dan keandalan jaringan di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708539</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 16:15:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 16:39:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>