<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708507">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS LAJU SEDIMENTASI DALAM MEMPREDIKSI UMUR KOLAM OXBOW PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG KEUREUTO MENGGUNAKAN METODE MUSLE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAJWA IDZNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banjir tahunan yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Keureuto menimbulkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat sekitar, terutama pada wilayah yang berada di sepanjang alur sungai. Salah satu upaya yang diterapkan untuk mengurangi dampak banjir tersebut adalah pembangunan kolam oxbow sebagai kolam retensi. Kolam oxbow berfungsi menahan kelebihan air ketika debit sungai meningkat sekaligus direncanakan untuk mereduksi banjir ke hilir dan sebagai penyedia air untuk memenuhi kebutuhan air di hilir. Namun, permasalahan utama dari pemanfaatan kolam oxbow adalah terjadinya sedimentasi yang berlangsung secara terus-menerus. Akumulasi sedimen dari waktu ke waktu dapat mengurangi kapasitas tampungan, sehingga mengakibatkan penurunan efektivitas kolam dan memperpendek umur operasionalnya jika tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian untuk menganalisis laju sedimentasi tahunan dan memperkirakan umur operasional kolam oxbow pada DAS Krueng Keureuto. Penelitian ini menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) yang mampu menghitung besarnya sedimen berdasarkan limpasan permukaan dan debit puncak. Data yang digunakan mencakup curah hujan tahunan periode 2011–2023, peta topografi DEM, jenis tanah, tata guna lahan, dan kapasitas tampungan kolam oxbow. Hasil analisis menunjukkan bahwa DAS Krueng Keureuto didominasi oleh jenis tanah inceptisols, dengan penggunaan lahan terbesar berupa hutan lahan kering primer seluas 276,12 km². Nilai faktor LS pada daerah tangkapan air diperoleh sebesar 2,32 yang mencerminkan kemiringan lereng relatif landai. Perhitungan menghasilkan laju sedimentasi sebesar 54,30 m³/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa umur operasional kolam oxbow mencapai 3,8 tahun hingga tampungan mati terisi penuh oleh sedimen. Hasil ini menunjukkan bahwa kolam masih mampu berfungsi secara efektif dalam jangka waktu tersebut dan tetap memerlukan pemeliharaan berkala.&#13;
&#13;
Kata kunci: sedimentasi, MUSLE, kolam oxbow, dead storage, umur kolam</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708507</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 15:17:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 15:46:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>