Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN BENTUK DAN JUMLAH RUGAE PALATINARNANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI DAYAHRNTERPADU AL-MUHAJIRIN
Pengarang
IFFAH PUTRI ARAFAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Abdillah Imron Nasution - 197704142009121002 - Dosen Pembimbing I
Ridha Andayani - 196809151999032001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2213101010069
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Gigi.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Nama : Iffah Putri Arafah
Program Studi : Kedokteran Gigi
Fakultas : Fakultas Kedokteran Gigi
Judul : Perbedaan bentuk dan Jumlah Rugae palatina antara
Laki- laki dan perempuan di Dayah Terpadu Al-Muhajirin
Rugae palatina merupakan struktur anatomi pada palatum durum dengan bentuk yang unik,
stabil, serta resisten terhadap trauma dan perubahan suhu, sehingga berperan penting dalam
identifikasi forensik. Variasi rugae palatina diketahui dapat dipengaruhi faktor genetik dan
perkembangan individu, termasuk diduga dapat menentukan jenis kelamin. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui distribusi bentuk dan jumlah rugae palatina berdasarkan
kuadran antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan desain cross-
sectional dengan jumlah sampel 46 subyek (23 laki-laki dan 23 perempuan). Identifikasi
klasifikasi menggunakan Martin dos Santos: Straight, Curve, Wavy, Circular, Angular,
Point, Sinous, Bifurcated, Trifurcated, dan Anomaly. Pengambilan data dilakukan melalui
fotografi intraoral dengan kaca oklusal dan cheek retractor, kemudian dianalisis
menggunakan menggunakan SPSS uji Chi-Square, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney U
berdasarkan bentuk dan jumlah rugae dicatat pada pembagian kuadran 1 dan kuadran 2.
Bentuk curve merupakan paling dominan pada kedua kelompok (41 laki-laki dan 35
perempuan) diikuti bifurcated (26 dan 21) serta wavy (22 dan 23). Analisis statistik
menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna pada distribusi bentuk rugae antar
kuadran maupun antar jenis kelamin. Analisis jumlah rugae juga menunjukkan tidak
terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan (p>0,05). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa bentuk dan jumlah rugae palatina belum dapat digunakan sebagai
parameter dalam penentuan jenis kelamin. Penerapan rugae palatina dalam identifikasi
forensik lebih direkomendasikan berfokus pada variasi bentuk dan jumlah rugae sebagai
karakteristik utama pembeda antar individu.
Kata kunci: Rugae Palatina, Jenis Kelamin, Bentuk, Jumlah, Identifikasi Forensik
ABSTRACT Name : Iffah Putri Arafah Study Programme : Dentistry Faculty : Faculty of Dentistry Title : Differences in the Shape and Number of Rugae palatina Between Males and Females at Dayah Terpadu Al Muhajirin Palatine rugae are anatomical structures on the hard palate with a unique, stable shape and resistance to trauma and temperature changes, thus playing an important role in forensic identification. Variations in palatine rugae are known to be influenced by genetic factors and individual development, including possible links to gender. This study aims to determine the distribution of the shape and number of palatine rugae based on quadrants between males and females. This study used a cross-sectional design with a sample of 46 subjects (23 males and 23 females). Classification identification used Martin dos Santos: Straight, Curve, Wavy, Circular, Angular, Point, Sinous, Bifurcated, Trifurcated, and Anomaly. Data collection was conducted through intraoral photography with occlusal mirror and cheek retractor, then analyzed using SPSS Chi-Square, Kruskal–Wallis, and Mann–Whitney U tests based on the shape and number of rugae recorded in the division of quadrants 1 and 2. The curved shape was the most dominant in both groups (41 males and 35 females) followed by bifurcated (26 and 21) and wavy (22 and 23). Statistical analysis showed no significant difference in the distribution of rugae shapes between quadrants or between sexes. Analysis of the number of rugae also showed no significant difference between males and females (p>0.05). The results of this study indicate that the shape and number of palatine rugae cannot be used as parameters in determining sex. The application of palatine rugae in forensic identification is recommended to focus on variations in the shape and number of rugae as the main distinguishing characteristics between individuals. Keywords: Rugae Palatina, Gender, Morphology, Number, Forensic Identification
PERBEDAAN POSISI DAN ASIMETRI RUGAEPALATINA BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA SANTRI DI DAYAHTERPADU AL-MUHAJIRIN (ALVI SAUQI RAHMAN, 2025)
PERBEDAAN FEAR OF FAILURE PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Amil Fitrianda, 2019)
ANALISIS PERBEDAAN KARIR AUDITOR ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (STUDI EMPIRIS PADA KAP PROVINSI SUMUT) (Mutiawati, 2025)
PENGETAHUAN WAJIB PAJAK (TAXPAYERS KNOWLEDGE) TENTANG PPH: STUDI EMPIRIS DILIHAT DARI SISI GENDER DI KOTA BANDA ACEH (Yulia Astuti, 2024)
PERBEDAAN KREATIVITAS SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA DI KELAS IV SD NEGERI 3 SAMADUA ACEH SELATAN (RICHA AMALIA, 2019)