<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708419">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DENGAN RIWAYAT JATUH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAILA FITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kualitas tidur merupakan salah satu masalah pada lansia dan dapat berdampak pada penurunan kemampuan fungsional, khususnya pada lansia yang memiliki riwayat jatuh . Riwayat jatuh pada lansia sering kali berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk akibat durasi tidur yang tidak adekuat, sering terbangun di malam hari, serta gangguan ritme tidur. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari – hari lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada lansia dengan riwayat jatuh di Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 278 lansia dengan riwayat jatuh yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang menilai kualitas tidur melalui tujuh komponen meliputi kualitas tidur subjektif, latensi tidur, durasi tidur, efisiensi tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur, dan disfungsi siang hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan riwayat jatuh memiliki kualitas tidur yang buruk, yaitu sebanyak 215 orang (78%), sedangkan yang memiliki kualitas tidur baik berjumlah 63 orang (22%). Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur pada lansia dengan riwayat jatuh berada dalam kategori yang kurang baik secara umum dan berpotensi meningkatkan risiko kejadian jatuh berulang. Kesimpulannya, kualitas tidur lansia dengan riwayat jatuh di Kota Banda Aceh cenderung buruk. Sehingga saran dalam penelitian ini diperlukan upaya skrining rutin dan intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas tidur guna mendukung kondisi kesehatan secara optimal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>OLDER PERSONS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SLEEP - HUMAN PHYSIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>612.821</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708419</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 11:47:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 14:34:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>