HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN PERAN RADIOGRAFER TERHADAP BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI INSTALASI RADIOLOGI RSUDZA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN PERAN RADIOGRAFER TERHADAP BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI INSTALASI RADIOLOGI RSUDZA BANDA ACEH


Pengarang

Meutya Sahila Muslim - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Iskandar Zakaria - 196104261991031002 - Dosen Pembimbing I
Kulsum - 197910092008122002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010206

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

613.62

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Instalasi radiologi merupakan unit pelayanan kesehatan dengan karakteristik lingkungan kerja berisiko tinggi akibat penggunaan radiasi pengion, peralatan bertegangan tinggi, serta tuntutan ketelitian prosedural yang ketat. Oleh karena itu, budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian integral dari budaya kerja radiologi yang tercermin dalam sikap, perilaku, kepatuhan terhadap prosedur, serta komunikasi keselamatan antar tenaga kesehatan. Radiografer sebagai pelaksana utama pelayanan radiologi memiliki peran strategis dalam membentuk dan mempertahankan budaya K3 melalui praktik kerja yang aman dan komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi dan peran radiografer terhadap budaya K3 di Instalasi Radiologi RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi memiliki hubungan yang signifikan dengan budaya K3 (p = 0,003). Radiografer dengan komunikasi yang baik cenderung menunjukkan budaya kerja radiologi yang lebih positif, ditandai dengan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, penggunaan alat pelindung diri, serta keterbukaan dalam menyampaikan informasi dan pelaporan insiden. Sebaliknya, peran radiografer tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan budaya K3 (p = 0,701). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa budaya kerja radiologi yang berorientasi pada keselamatan lebih kuat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi keselamatan dibandingkan oleh peran individu radiografer secara langsung. Penguatan budaya K3 di instalasi radiologi perlu difokuskan pada sistem komunikasi yang terbuka, dukungan manajerial, serta evaluasi dan pembinaan keselamatan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja radiologi yang aman dan berkualitas.
Kata kunci: Komunikasi, peran radiografer, budaya K3, instalasi radiologi.

Radiology installations are healthcare service units characterized by high-risk working environments due to the use of ionizing radiation, high-voltage equipment, and stringent procedural accuracy requirements. Therefore, Occupational Safety and Health (OSH) culture constitutes an integral component of radiology work culture, reflected in attitudes, behaviors, compliance with safety procedures, and safety communication among healthcare personnel. Radiographers, as the primary providers of radiology services, play a strategic role in establishing and maintaining OSH culture through safe work practices and effective communication. This study aimed to analyze the relationship between communication and the role of radiographers with OSH culture in the Radiology Installation of Dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital (RSUDZA), Banda Aceh.The results showed that communication was significantly associated with OSH culture (p = 0.003). Radiographers with effective communication tended to demonstrate a more positive radiology work culture, characterized by adherence to safety procedures, appropriate use of personal protective equipment, and openness in information sharing and incident reporting. In contrast, the role of radiographers was not significantly associated with OSH culture (p = 0.701). In conclusion, a safety-oriented radiology work culture is more strongly influenced by the quality of safety communication than by the individual role of radiographers. Strengthening OSH culture in radiology installations should therefore prioritize open safety communication systems, managerial support, and continuous evaluation and safety training to ensure a safe and high-quality radiology working environment. Keywords: communication, radiographer role, OSH culture, radiology installation

Citation



    SERVICES DESK