<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708385">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN PERAN RADIOGRAFER TERHADAP BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI INSTALASI RADIOLOGI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Meutya Sahila Muslim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Instalasi radiologi merupakan unit pelayanan kesehatan dengan karakteristik lingkungan kerja berisiko tinggi akibat penggunaan radiasi pengion, peralatan bertegangan tinggi, serta tuntutan ketelitian prosedural yang ketat. Oleh karena itu, budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian integral dari budaya kerja radiologi yang tercermin dalam sikap, perilaku, kepatuhan terhadap prosedur, serta komunikasi keselamatan antar tenaga kesehatan. Radiografer sebagai pelaksana utama pelayanan radiologi memiliki peran strategis dalam membentuk dan mempertahankan budaya K3 melalui praktik kerja yang aman dan komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi dan peran radiografer terhadap budaya K3 di Instalasi Radiologi RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi memiliki hubungan yang signifikan dengan budaya K3 (p = 0,003). Radiografer dengan komunikasi yang baik cenderung menunjukkan budaya kerja radiologi yang lebih positif, ditandai dengan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, penggunaan alat pelindung diri, serta keterbukaan dalam menyampaikan informasi dan pelaporan insiden. Sebaliknya, peran radiografer tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan budaya K3 (p = 0,701). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa budaya kerja radiologi yang berorientasi pada keselamatan lebih kuat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi keselamatan dibandingkan oleh peran individu radiografer secara langsung. Penguatan budaya K3 di instalasi radiologi perlu difokuskan pada sistem komunikasi yang terbuka, dukungan manajerial, serta evaluasi dan pembinaan keselamatan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja radiologi yang aman dan berkualitas.&#13;
Kata kunci: Komunikasi, peran radiografer, budaya K3, instalasi radiologi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>OCCUPATIONAL HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RADIOGRAPHY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>613.62</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708385</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 10:45:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-10 15:03:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>