<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708337">
 <titleInfo>
  <title>DINAMIKA DALAM PEMBENTUKAN PROGRAM PIDIE SEBAGAI KABUPATEN LAYAK ANAK TAHUN 2025</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Balqis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dinamika pembentukan Program Kota Layak Anak (KLA) di Kabupaten Pidie yang dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak serta belum optimalnya  pemenuhan  hak-hak  anak.  Penelitian  menggunakan  metode kualitatif   deskriptif   dengan   teknik   pengumpulan   data   berupa   wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi Kotan Layak Anak di Kabupaten Pidie.   Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa   proses   pembentukan   KLA menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan anggaran, lemahnya koordinasi antar lembaga, minimnya legitimasi regulasi, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Meskipun terdapat dukungan dari sebagian masyarakat, implementasi program masih belum mampu memenuhi indikator Kota Layak Anak yang telah ditetapkan. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan komitmen politik, peningkatan koordinasi antar-stakeholder, serta penyediaan anggaran yang memadai diperlukan untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten Pidie sebagai Kota Layak Anak&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kota Layak Anak, formulasi kebijakan, perlindungan anak, Kabupaten Pidie &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <classification>320.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708337</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 08:36:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 10:46:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>