<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708295">
 <titleInfo>
  <title>PEREMPUAN DAN HUTAN ADAT :</title>
  <subTitle>DINAMIKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MUKIM PALOH, KECAMATAN PADANG TIJI, KABUPATEN PIDIE</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAFIQ APRIANDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peran perempuan dalam pengelolaan hutan adat dan pemberdayaan masyarakat masih sangat terbatas karena pengelolaan hutan adat dianggap ranah laki-laki, meskipun mulai ada peningkatan partisipasi perempuan dalam pengelolaan hutan adat. Hal ini dipengaruhi oleh norma budaya dan minimnya dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa. Dalam hutan adat di Mukim Paloh, keterlibatan perempuan berada dibawah naungan Komunitas Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). KUPS baru dibentuk dan dilibatkan dalam proses pengelolaan hutan adat, mulai dari pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada 3 dimensi, yaitu sosial, ekologi dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tematik. Sampel penelitian ini berjumlah 35 responden, terdiri dari 15 perempuan ,12 perangkat desa dan 8 tokoh adat, yang dipilih melalui metode purposive sampling dan sensus. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi.&#13;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan di Mukim Paloh masih berada dalam kategori “tidak aktif” dalam pengelolaan hutan adat. Sebanyak 40% perempuan tergolong “tidak aktif” dalam pengelolaan hutan. Masih terdapat hambatan berupa keterbatasan informasi dan norma budaya yang membatasi perempuan dalam berpartisipasi. Dalam pemberdayaan masyarakat, 54% perempuan termasuk kategori “cukup aktif”, meski sebagian masih terkendala peran domestik dan kurangnya dukungan sosial. Dari dimensi sosial, kategori dengan persentase tertinggi yaitu 33% “tidak aktif”. Pada dimensi ekonomi mereka turut meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha berbasis hutan, akan tetapi persentase tertinggi yaitu 46% “tidak aktif”. Pada dimensi ekologi, meskipun perempuan memiliki pemahaman ekologis yang sudah diturunkan turun temurun, akan tetapi keterlibatan perempuan masih di kategori “tidak aktif” dengan persentase 46%. Adanya lembaga KUPS, kesadaran kolektif, serta pengetahuan lokal menjadi faktor pendorong dari keterlibatan perempuan di Mukim Paloh. Norma budaya adat, sistem patriarki, minimnya dukungan dari pemerintah desa, serta beban domestik menjadi faktor penghambat dari keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan adat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOREST LANDS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WOMEN MOVEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>333.75</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708295</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 19:01:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 10:24:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>