<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708271">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFISIENSI ENERGI SISTEM MASSIVE MIMO 6G MENGGUNAKAN METODE PEMROSESAN LINEAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RAIHAN MAULANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Massive Multiple Input Multiple Output (MIMO) merupakan salah satu teknologi utama yang mendukung perkembangan jaringan 6G, dengan kemampuan meningkatkan kapasitas jaringan, efisiensi spektrum, dan kualitas layanan. Namun, penerapan teknologi ini menghadirkan tantangan terkait konsumsi energi yang tinggi, sehingga diperlukan strategi untuk mengoptimalkan efisiensi energi tanpa mengorbankan performa sistem. Penelitian dilakukan melalui simulasi numerik terhadap dua pengaruh besar pada data rate, yaitu pengaruh Signal to Interference Noise Ratio (SINR) dan jumlah antena menggunakan metode pemrosesan linear, yaitu Zero Forcing (ZF) dan Match Filter (MF)/Maximum Ratio (MR). Metode ZF  digunakan untuk mengurangi interferensi antar pengguna melalui inversi matriks kanal, sementara MR digunakan untuk memaksimalkan kekuatan sinyal pada penerima. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada data rate dan efisiensi energi menggunakan kedua metode tersebut. Perbandingan metode pada percobaan pertama pengaruh SINR menunjukkan selisih sebesar  32% dan 39%, sedangkan pada percobaan kedua sebesar 32% dan 22%. Pada percobaan pengaruh jumlah antena diperoleh selisihnya sebesar 41% dan 12%. Dari masing-masing grafik, kurva metode ZFup/down selalu lebih unggul, yang artinya metode tersebut sangat bagus digunakan dalam menekan interferensi sinyal selama proses transmisi. Metode ini mampu memberikan keseimbangan optimal antara kompleksitas, efisiensi daya, dan kapasitas sistem, sehingga tetap efisien meskipun digunakan pada jumlah antena yang besar. Dengan demikian, pemrosesan linear masih berperan penting sebagai dasar pengembangan algoritma yang lebih efisien di era komunikasi nirkabel generasi keenam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708271</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 16:55:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 08:16:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>