<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708219">
 <titleInfo>
  <title>INVESTIGASI FAKTOR-FAKTOR PENGARUH TERJADINYA KERUSAKAN BANGUNAN AKIBAT SALT ATTACK PADA WILAYAH TERDAMPAK TSUNAMI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syahrul Ikhsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena Salt attack merupakan kerusakan material bangunan akibat proses kristalisasi garam yang berkembang secara bertahap dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta durasi paparan. Di wilayah pesisir Kota Banda Aceh, fenomena ini diduga merupakan dampak lingkungan jangka panjang dari tsunami Aceh 26 Desember 2004, yang menyebabkan peningkatan kadar salinitas tanah pada zona terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Salt attack pada bangunan di wilayah terdampak tsunami Kota Banda Aceh dengan fokus utama pada tinggi Salt attack, karakteristik visual kerusakan bangunan akibat Salt attack, distribusi spasial fenomena Salt attack, serta perumusan rekomendasi penanganan. Analisis hubungan kadar salinitas tanah dilakukan sebagai pendekatan penghubung untuk mengaitkan fenomena Salt attack dengan residu lingkungan pascatsunami, mengingat salinitas merupakan faktor utama pemicu proses kristalisasi garam. Penelitian dilakukan pada 76 bangunan melalui pengukuran tinggi Salt attack, kadar salinitas tanah, serta pengumpulan data umur bangunan, jarak bangunan terhadap garis pantai, elevasi, jarak drainase, dan nilai Topographic Wetness Index (TWI). Metode analisis meliputi analisis deskriptif, korelasi Pearson dan Spearman, uji Chi-Square, regresi linier berganda, klasifikasi visual kerusakan, serta analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar salinitas tanah membentuk pola spasial yang berkaitan dengan zona berhentinya gelombang tsunami, sedangkan tinggi Salt attack dipengaruhi terutama oleh umur bangunan dan didukung oleh kadar salinitas tanah. Sebagian besar bangunan berada pada tingkat kerusakan ringan hingga sedang. Penelitian ini menegaskan bahwa fenomena Salt attack di Kota Banda Aceh merupakan dampak lingkungan jangka panjang tsunami Aceh 2004 dan memberikan dasar empiris bagi penyusunan rekomendasi penanganan bangunan di wilayah pesisir pascabencana.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BUILDINGS - CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>690</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708219</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 14:00:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 16:09:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>