Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS KORELASI KADAR GEN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS TERHADAP PHOTOAGING PADA WANITA DEWASA MUDA: PENDEKATAN REAL TIME-PCR DAN SKIN ANALYZER
Pengarang
Amalia Sabrina - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Winda Yulia - 198207152008122003 - Dosen Pembimbing I
Zulkarnain - 198309252008121004 - Dosen Pembimbing II
Etriwati - 198304282008122001 - Penguji
Wahyu Lestari - 197802272015042001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2307201020011
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Sains Biomedis (S2) / PDDIKTI : 720102
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran - Magister Sains BioMedis (S2)., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kulit manusia merupakan organ terluar yang berfungsi sebagai pelindung terhadap berbagai faktor eksternal serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan homeostasis epidermis. Salah satu determinan utama kesehatan kulit dan proses penuaan adalah keseimbangan mikrobiota kulit, khususnya Staphylococcus epidermidis, yaitu bakteri komensal yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Perubahan pada jumlah maupun ekspresi gen S. epidermidis diduga dapat memengaruhi proses penuaan akibat paparan sinar ultraviolet (photoaging), termasuk hiperpigmentasi, hidrasi, elastisitas, dan pembentukan kerutan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kadar gen Staphylococcus epidermidis dengan parameter klinis penuaan kulit pada wanita dewasa muda melalui pendekatan RT-PCR dan pemeriksaan skin analyzer. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan pada bulan Mei–Juli 2025 terhadap 48 subjek wanita berusia 30–40 tahun. Sampel diambil dari area pipi menggunakan metode swab kulit, kemudian dianalisis kadar gen S. epidermidis menggunakan Real-Time PCR. Parameter kulit yang meliputi hiperpigmentasi, hidrasi, kerutan, elastisitas, kekeringan, dan tekstur diukur menggunakan alat Magic Mirror LD6021 Skin Analyzer. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk menilai hubungan antara kadar gen bakteri dan indikator penuaan kulit. Nilai rerata Cq S. epidermidis sebesar 28,59 ± 2,76 menunjukkan adanya variasi ekspresi gen antar individu. Parameter penuaan kulit menunjukkan rentang usia biologis antara 34,5 ± 3,4 tahun (hidrasi) hingga 42,2 ± 4,1 tahun (kekeringan). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat korelasi yang bermakna secara statistik antara kadar gen S. epidermidis dengan parameter hiperpigmentasi, hidrasi, kerutan, elastisitas, maupun tekstur kulit (p > 0,05), meskipun terdapat kecenderungan hubungan negatif lemah antara kuantitas S. epidermidis dan tingkat kerutan kulit. Temuan ini mengindikasikan bahwa penurunan aktivitas gen S. epidermidis dapat berperan terhadap perubahan struktural halus pada kulit yang berkaitan dengan penuaan dini. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kadar gen S. epidermidis dengan parameter penuaan kulit pada wanita dewasa muda. Namun demikian, variasi ekspresi gen bakteri ini berpotensi memengaruhi karakteristik awal penuaan kulit. Penelitian lanjutan dengan pendekatan multi-gen dan metagenomik direkomendasikan untuk memahami lebih dalam mekanisme molekuler antara mikrobiota kulit dan proses penuaan.
Kata Kunci: Staphylococcus epidermidis, mikrobiota kulit, penuaan kulit, RT-PCR, skin analyzer, wanita dewasa muda
ABSTRACT Human skin is the body’s outermost organ that serves as a protective barrier against external factors and plays a crucial role in maintaining epidermal homeostasis. One of the key determinants of skin health and aging is the balance of skin microbiota, particularly Staphylococcus epidermidis, a commensal bacterium with antioxidant and anti-inflammatory properties. Alterations in the quantity or gene expression of S. epidermidis may influence photoaging processes, including pigmentation, hydration, elasticity, and wrinkle formation. This study aims to analyze the correlation between the gene levels of Staphylococcus epidermidis and clinical indicators of photoaging in young adult women using a combined approach of RT-PCR and skin analyzer imaging. This observational analytic study with a cross-sectional design was conducted from May to July 2025 on 48 women aged 30–40 years. Skin swabs were collected from the cheek area and analyzed for S. epidermidis gene quantity using Real-Time PCR. Clinical skin parameters, including pigmentation, hydration, wrinkles, elasticity, dryness, and texture, were evaluated using a Magic Mirror LD6021 Skin Analyzer. Statistical analyses were performed using Spearman’s rho correlation tests to assess associations between bacterial gene levels and photoaging indicators. The mean Cq value of S. epidermidis was 28.59 ± 2.76, indicating inter-individual variability in bacterial gene expression. Skin aging parameters showed mean biological ages ranging from 34.5 ± 3.4 years (hydration) to 42.2 ± 4.1 years (dryness). No statistically significant correlations were observed between S. epidermidis gene levels and parameters of pigmentation, hydration, wrinkles, elasticity, or texture (p > 0.05), although a weak inverse trend was noted between S. epidermidis quantity and wrinkle depth. These findings suggest that decreased S. epidermidis activity may be associated with early structural changes in the skin. There was no significant correlation between S. epidermidis gene levels and photoaging parameters in young adult women; however, variations in bacterial gene expression may influence subtle aging-related skin features. Further studies using multi-gene and metagenomic approaches are recommended to clarify the molecular mechanisms linking skin microbiota and aging. Keywords: Staphylococcus epidermidis, skin microbiota, photoaging, RT-PCR, skin analyzer, young adult women
PROFIL DARAH PADA KUCING SELAMA PROSES KESEMBUHAN LUKA MELALUI TEKNIK SKIN FLAPS ROTASI YANG DIRAWAT DENGAN DRY DRESSING DAN MOIST DRESSING (FIDELLA DIVA JONES, 2020)
PEMBUATAN GELATIN DARI LIMBAH IKAN LEUBIM (CHANTHIDERMIS MACULATUS) (Desi Idayanti, 2014)
OBSERVASI SUBJEKTIF DAN OBJEKTIF LINEAR SKIN FLAP YANG DIBERI PLASMA KAYA TROMBOSIT (PKT) DAN DIRAWAT DENGAN BIO DRESSING KULIT IKAN MUJAIR (TILAPIA MOZAMBIQUE) (Zhafirah Hibatul Haqqi, 2023)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT (Siti Ratna Sari, 2017)
PENGARUH NILAI RELATIONSHIP DAN NILAI KEPERCAYAAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PELAYANAN NATASHA SKIN CLINIC CENTER DI BANDA ACEH (TIARA URWATINNISA, 2017)