<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708197">
 <titleInfo>
  <title>ETNOBOTANI TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK UPACARARNADAT BERDASARKAN MARGA DI SUKU KARO PADA KAWASANRNTANGKAHAN, KABUPATEN LANGKAT,RNPROVINSI SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DELLA MELVINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Biologi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity dengan tingkat&#13;
keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi, yaitu sekitar 30.000 spesies dari&#13;
400.000 spesies dunia. Kekayaan ini tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga&#13;
memiliki fungsi sosial dan budaya, terutama dalam upacara adat. Kajian etnobotani&#13;
penting dilakukan untuk memahami interaksi masyarakat dengan tumbuhan dalam&#13;
konteks tradisi dan pelestarian kearifan lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada&#13;
masyarakat Suku Karo di Kawasan Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera&#13;
Utara, dengan tujuan mengidentifikasi spesies tumbuhan yang digunakan dalam&#13;
upacara adat berdasarkan marga serta memahami makna simbolisnya. Metode&#13;
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan observasi&#13;
langsung di lapangan; wawancara dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan&#13;
anggota masyarakat, dokumentasi lapangan serta identifikasi spesies tumbuhan&#13;
yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 spesies&#13;
tumbuhan dari 12 familia yang digunakan dalam upacara adat seperti pernikahan,&#13;
penyambutan bayi, kematian, peresmian rumah baru, dan pemberian marga. Empat&#13;
spesies utama yang selalu ada dalam upacara adat Suku Karo adalah sirih (Piper&#13;
betle), pinang (Areca catechu), gambir (Uncaria gambir), dan tembakau (Nicotiana&#13;
tabacum). Tumbuhan ini ditata dalam wadah Kampil dan dikunyah bersama sebagai&#13;
simbol penghormatan, persaudaraan, keteguhan, dan pengorbanan. Temuan ini&#13;
menegaskan bahwa pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Karo tidak sekadar&#13;
memenuhi syarat adat, melainkan juga mencerminkan kearifan lokal dalam&#13;
menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.&#13;
Kata kunci: Etnobotani, Kampil, Megabiodiversity, Suku Karo, Upacara Adat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708197</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 12:26:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 14:57:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>