Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KARAKTERISTIK ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA PADA FASAD GEDUNG JUANG DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
ZULFATUL KHOIRIYAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Elysa Wulandari - 196410191990022001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2104104010034
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Banda Aceh merupakan salah satu kota yang pernah menjadi pusat aktivitas kolonial Belanda, sehingga meninggalkan berbagai infrastruktur penting seperti jalan raya dan bangunan pemerintahan. Salah satu peninggalan kolonial tersebut adalah Gedung Juang, sebuah bangunan bersejarah yang memiliki nilai simbolik tinggi. Selain pernah menjadi kantor bagi pejabat kolonial, gedung ini juga memiliki peran penting dalam momentum awal kemerdekaan Indonesia karena pernah menjadi lokasi pelaksanaan proklamasi dan pengibaran bendera pada tahun 1945. Meskipun memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang kuat, Gedung Juang masih jarang diteliti dan kajian mengenai karakteristik fasadnya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik arsitektur kolonial pada fasad Gedung Juang Banda Aceh, serta mengidentifikasi gaya arsitektur yang muncul berdasarkan elemen-elemen pembentuk fasad meliputi pintu, jendela, bukaan ventilasi, ornamen, dan komposisi fasad secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Data dianalisis melalui proses identifikasi visual, pencatatan detail arsitektural, serta pengelompokan karakteristik bangunan berdasarkan ciri-ciri arsitektur kolonial. Penelitian ini menghasilkan dua temuan utama. Hasil temuan pertama menunjukkan bahwa Gedung Juang menampilkan ciri yang sesuai dengan karakteristik arsitektur kolonial, yaitu memiliki gavel, bouvenlicht, nok acroterie, geveltoppen, ragam hias tubuh bangunan, tembok yang tebal, beranda depan luas, pilar menjulang ke atas, bentuk fasad yang simetris, jendela lebar berbentuk kupu-kupu tarung, skala bangunan yang tinggi, cripedoma, dan entrance. Selanjutnya, temuan kedua menunjukkan bahwa Gedung Juang menerapkan gaya arsitektur transisi, yaitu perpaduan antara gaya kolonial Eropa klasik dengan sentuhan lokal Nusantara. Secara keseluruhan, karakter fasad Gedung Juang memiliki kesan sebagai bangunan yang formal, kokoh, tertutup, dan kuat, mencerminkan fungsi bangunan kolonial yang berorientasi pada stabilitas, ketertiban, dan ketegasan visual.
Kata kunci: Karakteristik, arsitektur kolonial, fasad, Gedung Juang Banda Aceh
Banda Aceh is a city that was once the center of Dutch colonial activity, leaving behind various important infrastructure such as highways and government buildings. One of these colonial legacies is the Gedung Juang, a historic building with high symbolic value. In addition to being an office for colonial officials, this building also played a significant role in the early momentum of Indonesian independence because it was the location of the proclamation and flag-raising in 1945. Despite its strong historical and architectural value, Gedung Juang is still rarely studied and studies on the characteristics of its facade are still very limited. This study aims to analyze the characteristics of colonial architecture on the facade of Gedung Juang Banda Aceh, as well as to identify the architectural style that emerged based on the elements that form the facade including doors, windows, ventilation openings, ornaments, and the overall composition of the facade. This study uses a qualitative approach with data collection methods in the form of field observations, interviews, and literature studies. Data were analyzed through a process of visual identification, recording architectural details, and grouping building characteristics based on colonial architectural traits. This study produced two main findings. The first finding indicates that Gedung Juang exhibits characteristics consistent with colonial architecture, including a gavel, bouvenlicht, acroterie roof, geveltoppen, decorative elements throughout the building, thick walls, a wide front veranda, towering pillars, a symmetrical facade, wide butterfly-shaped windows, a tall building scale, a cripedoma, and an entrance. Furthermore, the second finding indicates that Gedung Juang employs a transitional architectural style, a blend of classical European colonial style with local Indonesian influences. Overall, the facade of Gedung Juang conveys the impression of a formal, sturdy, closed, and strong building, reflecting the function of colonial buildings oriented toward stability, order, and visual assertiveness. Keywords: Characteristics, colonial architecture, facade, Gedung Juang Banda Aceh
KARAKTERISTIK TIPOLOGI FASAD UMAH RABUNG LIME DENGAN GAYA ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA DI KOTA TAKENGON (Lisa Maharani, 2022)
STUDI KONSEP ARSITEKTUR FASADE RUMAH KOLONIAL DI KOTA BIREUEN (Riza Fitri, 2024)
ANALISIS TRANSFORMASI BANGUNAN PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA SEBAGAI KANTOR SATPOL PP DAN WH BUNTUL KUBU DI KOTA TAKENGON (SAPUTRA MAHARA, 2025)
PEMETAAN RUMAH KOLONIAL SEBAGAI UPAYA KONSERVASI WARISAN BUDAYA DI BANDA ACEH (ANISA SALSABILLA, 2025)
PERBANDINGAN TIPOLOGI RUMAH TINGGAL KOLONIAL DI DAERAH PESISIR DAN PEGUNUNGAN ACEH STUDI KASUS : KOTA BANDA ACEH DAN KAWASAN PERKOTAAN TAKENGON (Lisa Maharani, 2025)