<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708159">
 <titleInfo>
  <title>ADSORPSI ZAT WARNA RHODAMINE B MENGGUNAKAN ARANG HASIL PEMBAKARAN LIMBAH KULIT JAGUNG:</title>
  <subTitle>STUDI KARAKTERISTIK, KINETIKA, ISOTHERM DAN TERMODINAMIKA</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Latifah Rosmalia Ar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri tekstil menghasilkan limbah cair yang mengandung zat warna sintetis seperti Rhodamine B yang bersifat toksik, karsinogenik, dan sulit terdegradasi secara alami. Oleh karena itu, diperlukan metode pengolahan limbah yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit jagung (Zea mays L.) sebagai bahan baku biosorben melalui proses pirolisis dan aktivasi kimia menggunakan HCl, serta mengevaluasi kinerja adsorpsinya terhadap Rhodamine B. Proses adsorpsi dilakukan secara batch dengan variasi konsentrasi Rhodamine B 2-10 ppm, waktu kontak 15-90 menit, dan suhu 30–70°C. Konsentrasi akhir dianalisis menggunakan spektrofotometer UV–Vis untuk menentukan kapasitas adsorpsi dan efisiensi penyisihan. Karakterisasi adsorben meliputi uji kadar air, kadar abu, daya serap iodin, FTIR, SEM, XRD, serta analisis luas permukaan BET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi berlangsung cepat pada tahap awal dan mencapai kesetimbangan sekitar menit ke-75 dengan efisiensi penyisihan mendekati 100% pada kondisi optimum. Peningkatan suhu dan konsentrasi awal meningkatkan kapasitas adsorpsi, yang mengindikasikan proses bersifat endotermik. Analisis isoterm menunjukkan bahwa data kesetimbangan adsorpsi Rhodamine B lebih tepat dijelaskan oleh model Langmuir (R2 = 0,9991) dibandingkan model Freundlich (R2 = 0,8856). Hasil ini mengindikasikan bahwa adsorpsi terutama berlangsung sebagai pembentukan lapisan tunggal (monolayer) pada permukaan adsorben yang secara efektif relatif homogen. Kinetika adsorpsi paling sesuai mengikuti model pseudo second order (PSO) dengan nilai R2 tertinggi sebesar 0,9952. Kesesuaian PSO menunjukkan bahwa laju adsorpsi sangat dipengaruhi oleh keterisian atau aksesibilitas situs aktif dan interaksi permukaan selama proses berlangsung. Namun, jika dikaitkan dengan hasil termodinamika (ΔG° negatif dan ΔH° positif) yang mengarah pada fisisorpsi dominan, maka mekanisme adsorpsi dalam penelitian ini lebih tepat dipahami sebagai fisisorpsi yang dominan dengan kemungkinan adanya interaksi spesifik pada sebagian situs aktif (bukan murni ikatan kimia kuat pada seluruh permukaan).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708159</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 10:40:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 10:45:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>