<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708157">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI EKOKARDIOGRAFI KINERJA JANTUNG KUCING YANG DIANESTESI KOMBINASI KETAMINE-XYLAZINE DAN KETAMINE-DETOMIDINE DENGAN INCISI STANDAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elya Adelvina Nasution</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jantung merupakan organ vital yang sangat dipengaruhi oleh pemberian anestesi. Anestesi yang digunakan pada kucing memerlukan pemilihan kombinasi obat yang tepat untuk menjamin keamanan serta meminimalkan efek samping pada sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja jantung kucing domestik jantan yang dianestesi menggunakan kombinasi ketamine-xylazine (KX) dan ketamine-detomidine (KD) melalui pemeriksaan ekokardiografi dengan prosedur insisi standar. Penelitian eksperimental ini menggunakan enam ekor kucing jantan berusia 1,5–2 tahun dengan bobot badan 2–4 kg, yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Anestesi diberikan secara intramuscular dengan dosis ketamine-xylazine 10 mg/kg + 1 mg/kg dan ketamine-detomidine 10 mg/kg + 0,25 mg/kg. Evaluasi ekokardiografi dilakukan pada menit ke-0, 30, dan 60, dengan parameter fisiologis (suhu rektal, frekuensi pulsus, frekuensi napas), struktur jantung kiri (LVID, LVW, IVS), volume aliran darah jantung (stroke volume dan cardiac output), serta kekuatan kontraksi jantung (ejection fraction dan fractional shortening). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi KX dan KD tidak menimbulkan perubahan signifikan pada sebagian besar parameter ekokardiografi (p&gt;0,05), bahwa kombinasi anestesi ketamine-xylazine lebih direkomendasikan dibandingkan ketamine-detomidine pada kucing domestik jantan sehat karena menunjukkan stabilitas kinerja jantung yang lebih baik berdasarkan pengamatan ekokardiografi. Kombinasi ketamine-detomidine masih dapat digunakan, namun menunjukkan kecenderungan penurunan cardiac output dan ejection fraction pada menit ke-30 dan ke-60 selama prosedur incisi standar.&#13;
	&#13;
Kata Kunci: Kucing, anestesi, ketamine-detomidine, ketamine-xylazine, ekokardiografi&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANESTHESIOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CATS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HEART - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <classification>617.96</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708157</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 10:15:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 15:19:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>