<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708155">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DAN RISIKO JATUH PADA PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT JALAN DI RSUD DR ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HANA MUTIAH ALI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang berdampak signifikan terhadap penurunan kemandirian fungsional serta peningkatan risiko jatuh pada penderitanya. Risiko jatuh yang tinggi pada pasien pasca stroke dapat menimbulkan komplikasi lanjutan dan menghambat proses rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian dan risiko jatuh pada pasien stroke iskemik rawat jalan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 72 responden yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Tingkat kemandirian dinilai menggunakan instrumen Activity of Daily Living (ADL), sedangkan risiko jatuh dinilai menggunakan Morse Fall Scale (MFS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori kemandirian mandiri hingga ketergantungan ringan serta memiliki risiko jatuh ringan. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara tingkat kemandirian dan risiko jatuh (r = −0,421; p &lt; 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kemandirian pasien, semakin rendah risiko jatuh yang dialami. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi program rehabilitasi yang berfokus pada peningkatan kemandirian fungsional sebagai upaya untuk menurunkan risiko jatuh pada pasien stroke iskemik rawat jalan.&#13;
Kata kunci: stroke iskemik, kemandirian, risiko jatuh, ADL, MFS&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STROKE (DISORDER) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708155</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 10:12:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 14:49:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>