<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708129">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERKEMBANGAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAFIA AMALINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar terus meningkat dan berlebihan sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak, khususnya pada perkembangan interaksi sosial. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung memiliki waktu terbatas untuk berinteraksi langsung dengan teman sebaya dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan interaksi sosial pada anak usia sekolah dasar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 anak, dipilih menggunakan total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) untuk menilai penggunaan gadget dan Social Scale Rating System (SSRS) untuk menilai perkembangan interaksi sosial. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,9% anak memiliki tingkat penggunaan gadget tinggi dan 61,5% anak mengalami perkembangan interaksi sosial maladaptif. Analisis uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan perkembangan interaksi sosial (p-value = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget berperan penting dalam memengaruhi perkembangan interaksi sosial anak usia sekolah dasar. Anak dengan penggunaan gadget yang tinggi cenderung menunjukkan keterbatasan dalam melakukan interaksi sosial secara langsung. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya keterampilan kerja sama, sikap tegas, tanggung jawab, empati dan kontrol diri. Oleh karena itu, diperlukan edukasi mengenai penggunaan gadget yang sehat dan bijak pada anak usia sekolah dasar, disertai dengan pengawasan yang memadai seperti pembatasan penggunaan gadget di luar kebutuhan belajar serta pendampingan selama anak menggunakan gadget. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan interaksi sosial anak secara optimal.&#13;
Kata Kunci          	: Penggunaan gadget, perkembangan interaksi sosial, anak usia sekolah dasar&#13;
Daftar Bacaan     	: 19 buku, 35 artikel jurnal, 7 website (2010–2025)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708129</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 21:36:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 09:24:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>