<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708123">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KEBIASAAN TIDUR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK USIA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI MAISARAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kualitas tidur yang buruk pada remaja dapat berdampak pada kesehatan fisik, emosional, kognitif, performa belajar, dan fungsi harian, sehingga menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Kebiasaan tidur merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas tidur, terutama pada remaja yang mengalami perubahan rutinitas dan pola tidur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kebiasaan tidur dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menengah Pertama Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 180 remaja, dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner Sleep Hygiene Index (SHI) untuk menilai kebiasaan tidur, serta Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,8% remaja memiliki kebiasaan tidur yang buruk, selain itu mayoritas kualitas tidur juga berada pada kategori buruk (68,9%). Analisis Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan tidur dengan kualitas tidur (p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa kebiasaan tidur memainkan peran penting dalam menentukan kualitas tidur remaja. Penelitian juga menemukan bahwa ketidakteraturan jadwal tidur, penggunaan smartphone sebelum tidur, serta kebiasaan berpikir atau mengkhawatirkan sesuatu sebelum tidur merupakan tiga kebiasaan tdiru yang paling dominan terjadi pada remaja. Oleh karena itu, program edukasi mengenai pentingnya kebiasaan tidur terhadap kualitas tidur kepada anak usia remaja di sekolah menengah pertama penting untuk diadakan guna memberi pemahaman akan hal tersebut kepada remaja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708123</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 20:31:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 09:20:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>