<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708105">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN HEALTH LITERACY DENGAN PEMANTAUAN GULA DARAH MANDIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAJWA AQILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Health literacy yang rendah merupakan permasalahan penting yang berkontribusi terhadap ketidakoptimalan pelaksanaan pemantauan gula darah mandiri pada pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga menghambat kemampuan pasien dalam memahami serta menerapkan informasi kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan health literacy dengan pemantauan gula darah mandiri pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Zainoel Abidin. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelatif dengan desain cross-sectional. Sample penelitian terdiri dari 189 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Health Literacy Survey–European Union–16 Question (HLS-EU-Q16) yang terdiri atas 16 item pertanyaan dan kuesioner Self Monitoring Blood Glucose Questionnaire (SMBG-Q) yang terdiri atas 26 item pertanyaan, dengan menggunakan skala likert. Data dianalisa dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara health literacy dengan pemantauan gula darah mandiri (p=0,001) pada pasien diabetes melitus tipe 2, serta didapatkan hubungan signifikan pada domain health care, disease prevention dan health promotion dengan nilai (p=0,001). Temuan ini membuktikan semakin tinggi tingkat health literacy, semakin baik pelaksanaan pemantauan gula darah mandiri. Dengan demikian, pentingnya peran tenaga kesehatan dan pasien dalam mempertahankan serta meningkatkan health literacy menjadi faktor kunci untuk mengoptimalkan pelaksanaan pemantauan gula darah mandiri.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708105</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 17:09:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-14 09:07:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>