<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708067">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Khairani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permintaan akan air bersih yang terus meningkat mendorong pengembangan teknologi membran untuk pemurnian air. Penelitian ini menyelidiki modifikasi membran Polyethersulfone (PES) menggunakan Polyvinyl Alcohol (PVA) dan selulosa dari daun Pandanus tectorius (pandan laut) untuk meningkatkan kinerja membran dalam aplikasi filtrasi air. Fokus utama penelitian ini adalah memanfaatkan peningkatan hidrofilisitas yang diberikan oleh kedua aditif tersebut untuk meningkatkan sifat dan kinerja membran, sekaligus mengatasi kekurangan yang timbul saat masing-masing aditif digunakan secara terpisah. Penelitian ini memodifikasi membran PES dengan menambahkan aditif berupa PVA dan selulosa yang menggunakan teknik blending. Modifikasi ini dilakukan melalui metode Non-solvent Induced Phase Separation (NIPS). Karakterisasi membran melibatkan analisis morfologi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), pengujian gugus fungsi dengan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), pengukuran hidrofilisitas melalui Water Contact Angle (WCA), serta pengujian porositas. Selain itu, uji kinerja membran dilakukan untuk mengevaluasi fluks, selektivitas dan ketahanan fouling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran MPS2, yang mengandung PVA 1% dan selulosa 2%, memberikan kinerja terbaik. Membran ini menunjukkan peningkatan fluks air yang signifikan hingga 44,82 L/m².jam dan penurunan sudut kontak menjadi 45,31°, yang mengindikasikan peningkatan hidrofilisitas yang signifikan. Selain itu, MPS2 memiliki ketahanan terhadap fouling yang sangat baik, dengan Flux Recovery Ratio (FRR) yang tinggi, mencapai 95,51%. Efek sinergis antara PVA dan selulosa berhasil meningkatkan morfologi pori dan sifat kimia permukaan, menghasilkan membran dengan keseimbangan ideal antara fluks tinggi, antifouling yang kuat, dan kestabilan struktural. Secara keseluruhan, membran PES termodifikasi PVA dan selulosa merupakan alternatif material yang berkelanjutan dan potensial untuk aplikasi pengolahan air yang efisien.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEMBRANE PROCESSES - CHEMICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708067</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 15:11:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 15:25:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>