PENGARUH EKSTRAK SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L,) DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN BIOFILM BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH EKSTRAK SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L,) DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN BIOFILM BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS


Pengarang

Oya Dara Simahate - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Soraya - 196612281993121001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2213101010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Gigi., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.63

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Serai wangi ini merupakan salah satu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. mutans yang menyebabkan karies gigi. Serai wangi  (Cymbopogon nardus L.) mengandung berbagai senyawa yang berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri, kandungan utamanya meliputi saponin, flavonoid, serta minyak atsiri yang terdiri dari sitronelal, geraniol dan sitronelol. Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi paling umum dan sering ditemukan di Masyarakat. Karies gigi disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme dalam biofilm gigi, terutama Streptococcus mutans. Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) adalah salah satu tanaman yang mengandung minyak atsiri yang dapat bersifat aktif biologis sebagai antijamur dan antibakteri sehingga dapat digunakan sebagai antimikroba alami. Obat kumur merupakan salah satu upaya preventif dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Fungsinya tidak hanya sebagai penyegar napas, tetapi juga sebagai agen antimikroba tambahan yang dapat membantu mengurangi jumlah bakteri patogen dalam rongga mulut, termasuk Streptococcus mutansyang menjadi penyebab utama karies gigi. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post-test only control group design. Pada penelitian ini terdiri dari 5 kelompok perlakuan berdasarkan variasi konsentrasi sampel, yaitu 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%dengan masing-masing kelompok perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali ulangan, sehingga total besar sampel dalam penelitian ini adalah 15 unit percobaan dan Chlorhexidine (CHX) 0,2% sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus L.) mampu menghambat pembentukan biofilm bakteri Streptococcus mutans. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol, sehingga ekstrak serai wangi berpotensi digunakan sebagai agen antibiofilm alami terhadap bakteri Streptococcus mutans.
 
Kata kunci: Cymbopogon nardus L., Streptococcus mutans, Konsentrasi

Citronella (Cymbopogon nardus L.) is one of the plants known to inhibit the growth of Streptococcus mutans, a bacterium that causes dental caries. Cymbopogon nardus L. contains various compounds that play a role in inhibiting bacterial growth, including saponins, flavonoids, and essential oils composed mainly of citronellal, geraniol, and citronellol. Dental caries is the most common oral health problem frequently found in the community. It is caused by the activity of microorganisms within dental biofilm, particularly Streptococcus mutans. Citronella (Cymbopogon nardus L.) contains essential oils with biologically active properties, including antifungal and antibacterial effects, making it a potential natural antimicrobial agent. Mouthwash is one of the preventive efforts in maintaining oral health. Its function is not only to freshen breath but also to act as an additional antimicrobial agent that helps reduce pathogenic bacteria in the oral cavity, including Streptococcus mutans, the primary causative agent of dental caries. This study employed an experimental laboratory design using a post-test only control group design. There were five treatment groups based on varying sample concentrations: 6.25%, 12.5%, 25%, 50%, and 100%. Each treatment group was tested in triplicate, resulting in a total of 15 experimental units. Chlorhexidine (CHX) 0.2% was used as the positive control, while distilled water was used as the negative control. The results showed that citronella (Cymbopogon nardus L.) extract was able to inhibit the biofilm formation of Streptococcus mutans. It can therefore be concluded that there was a significant difference compared to the control groups, indicating that citronella extract has potential as a natural antibiofilm agent against Streptococcus mutans. Keywords: Cymbopogon nardus L., Streptococcus mutans, Concentration

Citation



    SERVICES DESK