<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708041">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN PRA-TRANSFUSI, FERITIN DAN BONE AGE TERHADAP PUBERTAS TERLAMBAT PADA ANAK DENGAN TALASEMIA β MAYOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang: Talasemia mayor dengan gejala klinis anemia berat berisiko&#13;
mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, salah satunya pubertas&#13;
terlambat. Pubertas terlambat pada penderita talasemia disebabkan oleh anemia&#13;
kronis dan kelebihan zat besi. Pada talasemia β mayor, sebagian penderita&#13;
mengalami ketidakseimbangan tulang tubuh. Pemeriksaan kadar hemoglobin pratransfusi dan feritin bertujuan untuk menentukan anemia kronis dan kelebihan zat&#13;
besi sementara bone age untuk menilai usia tulang pada talasemia β mayor.&#13;
Tujuan: mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin pra-transfusi, feritin dan&#13;
bone age terhadap pubertas terlambat pada anak dengan talasemia β mayor.&#13;
Metode: Penelitian menggunakan desain penelitian observasional analitik cross&#13;
sectional. Terdapat 50 siswa memenuhi kriteria penelitian. Data penelitian diperoleh&#13;
dari Tanner Stage, pemeriksaan kadar hemoglobin pra-transfusi, feritin, dan bone&#13;
age. Analisis bivariat menggunakan uji tes t independen dan chi square.&#13;
Hasil: Sampel penelitian terbanyak perempuan sejumlah 20 sampel (40,0%) pada&#13;
kelompok pubertas terlambat sementara pada kelompok pubertas tidak terlambat&#13;
terbanyak laki-laki sejumlah 15 sampel (30,0%). Nilai median rerata kadar&#13;
hemoglobin pra-transfusi yaitu 7,51 gr/dl dan feritin yaitu 6.055 ng/ml pada&#13;
kelompok pubertas terlambat sementara pada kelompok pubertas tidak terlambat&#13;
nilai median rerata hemoglobin pra-transfusi yaitu 7,96 gr/dl dan feritin yaitu&#13;
3.382,12 ng/ml. Bone age terlambat lebih sering ditemukan pada kelompok pubertas&#13;
terlambat sebanyak 17 sampel (34,0%). Analisis bivariat memperlihatkan variabel&#13;
bone age sebagai variabel yang memiliki hubungan dengan pubertas terlambat (p&#13;
0,001, OR 2,60)&#13;
Kesimpulan: Kadar hemoglobin pra-transfusi dan feritin tidak memiliki hubungan&#13;
dengan pubertas terlambat sementara bone age memiliki hubungan dengan pubertas&#13;
terlambat pada anak dengan talasemia β mayor.&#13;
Kata kunci: bone age, feritin, hemoglobin pra-transfusi, pubertas terlambat, talasemia&#13;
β mayor</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708041</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 13:46:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 14:40:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>