<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708009">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF-EFFICACY PERAWAT PADA RESPON BENCANA DI RUMAH SAKIT BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DHEA MELIZA PUTERI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Self-efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk melaksanakan tugas secara efektif dalam situasi penuh tekanan. Rendahnya self- efficacy perawat dapat menghambat pengambilan keputusan dan memperlambat respons dalam kondisi kritis, sehingga berdampak pada efektivitas pelayanan dan penanganan pasien dalam situasi darurat atau bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, serta pelatihan kegawatdaruratan/kebencanaan dengan self- efficacy perawat pada respon bencana di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian kuantitatif menggunakan desain descriptive correlational dengan teknik total sampling, melibatkan 204 perawat pelaksana dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan unit Intensive Care, meliputi ICU 1, ICU 2, ICCU, ICU Onkologi, HCU Medical, dan HCU Surgical. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Disaster Response Self-Efficacy Scale (DRSES), dan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,517) dan tingkat pendidikan (p=0,954) tidak memiliki hubungan signifikan dengan self-efficacy perawat. Sebaliknya, jenis kelamin (p=0,043), pengalaman kerja (p=0,015), dan pelatihan kegawatdaruratan/kebencanaan (p=0,000) memiliki hubungan signifikan dengan self-efficacy. Kesimpulannya, pengalaman kerja dan pelatihan menjadi faktor penting yang memperkuat self-efficacy perawat dalam menghadapi situasi bencana. Peningkatan kesempatan pelatihan serta pengembangan kompetensi berbasis pengalaman kerja dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kapasitas perawat pada respon bencana di fasilitas layanan kesehatan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DISASTER NURSING</topic>
 </subject>
 <classification>610.734 9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708009</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 12:01:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 11:52:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>