<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707999">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI DNA BABI (SUS SCROFA) BERBASIS PCR-RFLP PADA BAKSO YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH DAN SEKITARNYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maizan Dara Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kehalalan produk pangan merupakan isu penting di Indonesia, terutama di Aceh sebagai wilayah dengan penerapan syariat Islam. Beberapa laporan sebelumnya menemukan adanya kontaminasi DNA babi pada produk pangan olahan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk bakso. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan menunjukkan diperlukan metode pemeriksaan ilmiah untuk memastikan keaslian bahan baku. Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan DNA babi (Sus scrofa) pada bakso yang dijual di pasar tradisional di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya menggunakan metode Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif laboratorik. Total 13 sampel bakso dikumpulkan melalui metode purposive sampling dari 7 pasar tradisional di Kota Banda Aceh dan sekitarnya, yaitu Pasar Keutapang, Lambaro, Pasar Setui, Kampung Baro, Al-Mahirah, Rukoh, dan Ulee Kareng. Seluruh sampel dipastikan berasal dari produsen yang berbeda. DNA dari sampel bakso diekstraksi menggunakan kit komersial. Pengambilan cuplikan dan ekstraksi DNA dilakukan berdasarkan SNI ISO 21571 mengenai ekstraksi asam nukleat untuk analisis bahan pangan. Amplifikasi dilakukan dengan menargetkan gen cytb dengan ukuran teoritis 359 pb. Fragmen DNA target lalu dipotong menggunakan enzim restriksi BseDI. Kontrol positif berupa amplifikasi DNA yang diektraksi dari kornet yang mengandung 60% daging babi. Pemotongan BseDI pada kontrol positif menunjukkan pemotongan pada 131 pb dan 228 pb. Dua sampel menunjukkan pola pemotongan pada DNA sapi (320 pb dan 39 pb), sedangkan 11 sampel tidak terpotong oleh BseDI. Temuan ini juga menunjukkan bahwa sampel bakso yang diuji tidak menunjukkan adanya kontaminasi atau penggunaan bahan non-halal berupa DNA babi. Selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa metode PCR-RFLP dapat digunakan secara efektif untuk autentikasi daging pada produk pangan olahan, bahkan setelah proses pengolahan. &#13;
&#13;
Kata kunci: PCR-RFLP, DNA, halal, babi, bakso, Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707999</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 11:16:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 12:04:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>