<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707937">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENCEGAHAN TOKSOPLASMOSIS PADA KOMUNITAS PENCINTA KUCING BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gina Sonia Agustiani Hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii. Meta analisis yang dilakukan di Indonesia secara umum memperoleh hasil seropositif toksoplasmosis sebesar 60.1%. Toksoplasmosis dapat menginfeksi manusia melalui berbagai cara, salah satunya dengan kontak langsung dengan feses kucing yang terkena toksoplasmosis. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan dalam merawat kucing peliharaan dapat meningkatkan risiko terjadinya toksoplasmosis pada pemelihara kucing. Para pemelihara kucing perlu memiliki pengetahuan yang baik mengenai toksoplasmosis agar tercipta pencegahan yang baik terhadap toksoplasmosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan terhadap toksoplamosis pada pemelihara kucing yang ada di komunitas pencinta kucing Banda Aceh. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain cross sectional dan melibatkan 105 responden. Hasil penelitian menunjukkan 88.6% responden memiliki pengetahuan tinggi tentang toksoplasmosis, dan 50.5% memiliki pencegahan toksoplasmosis yang sedang. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kepercayaan (CI) 95% dan α 0.05. Hasil didapati P-value=0.077 dan r=0.174, ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan toksoplasmosis pada komunitas pencinta kucing di Banda Aceh. &#13;
Kata kunci: pengetahuan, pencegahan, toksoplasmosis, kucing, Banda Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ZOONOSES - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.959</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707937</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-12 09:38:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-12 10:37:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>