<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707931">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI BAKTERI ENDOFIT PADA BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP PATOGEN PENYEBAB INFEKSI SALURAN KEMIH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAYA AQILAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infeksi Saluran Kemih (ISK) menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi dan disertai peningkatan resistensi antibiotik, sehingga mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif termasuk dari bakteri endofit tanaman. Biji alpukat (Persea americana Mill.) berpotensi mengandung bakteri endofit penghasil senyawa antimikroba. Penelitian eksperimental ini bertujuan mengisolasi dan mengetahui aktivitas antibakteri cell-free supernatant (CFS) bakteri endofit biji alpukat terhadap Enterococcus faecalis, salah satu patogen ISK. Sebanyak enam isolat bakteri endofit (EP1-EP6) berhasil diisolasi dari biji alpukat melalui prosedur sterilisasi permukaan yang efektif, kemudian dikarakterisasi secara morfologi. CFS diperoleh dari kultur cair 72 jam yang disentrifugasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer menggunakan E. faecalis isolat klinis dengan empat kali pengulangan, kontrol positif ampisilin 10 µg, dan kontrol negatif media tryptic soy broth (TSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat menghasilkan aktivitas antibakteri dengan kategori sedang berdasarkan klasifikasi Davis &amp; Stout (1971), yaitu pada rentang 6,98–8,46 mm. Isolat EP3 memberikan diameter zona hambat tertinggi (8,46 ± 0,94 mm), diikuti oleh EP6 (8,16 ± 0,78 mm). Kontrol positif ampisilin menghasilkan zona hambat sangat kuat (26,62–27,85 mm), sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan adanya hambatan. Berdasarkan temuan ini disimpulkan bahwa CFS bakteri endofit biji alpukat mengandung metabolit sekunder yang mampu menghambat pertumbuhan E. faecalis, dengan isolat endofit Gram positif berbentuk bulat (EP3) dan Gram positif berbentuk batang yang membentuk spora (EP6) menunjukkan potensi tertinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan bakteri endofit sebagai sumber agen antibakteri alami untuk mengatasi tantangan resistensi antibiotik.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Bakteri Endofit; Biji Alpukat; Cell-free supernatant (CFS); Infeksi Saluran Kemih (ISK); Enterococcus faecalis; Antibakteri&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>URINARY DISEASES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>UROLOGIC DISEASES - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707931</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-10 09:22:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-12 10:42:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>