GAMBARAN PERILAKU SADARI DENGAN PREVALENSI KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN PERILAKU SADARI DENGAN PREVALENSI KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

SYARIFAH LAILI ALIYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Samsul Bahri - 196512101989021002 - Dosen Pembimbing I
Ahyana - 198501062019032011 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2212101010111

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : FASKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

614.599 944 9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Angka kematian akibat kanker payudara pada wanita di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, salah satu penyebabnya adalah keterlambatan deteksi dini. Sebagian besar kanker payudara terdiagnosis pada stadium lanjut sehingga menurunkan peluang kesembuhan dan memperburuk prognosis pasien. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu metode deteksi dini yang bertujuan mengenali tanda awal kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku SADARI pada pasien kanker payudara yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner perilaku SADARI dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,901. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan perilaku SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% responden belum pernah melakukan SADARI, sedangkan 31% responden pernah melakukan SADARI dengan tingkat perilaku SADARI kategori baik (25,8%), cukup (41,9%), dan kurang (32,3%). Temuan ini menegaskan bahwa perilaku SADARI pada pasien kanker payudara masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi keperawatan yang terarah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan wanita dalam melakukan SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.

Breast cancer mortality among women in Indonesia continues to increase annually, with delayed early detection being one of the major contributing factors. Most breast cancer cases are diagnosed at an advanced stage, which reduces the likelihood of recovery and worsens patient prognosis. Breast self-examination (BSE) is an early detection method aimed at recognizing initial signs of breast cancer. This study aimed to describe BSE behavior among breast cancer patients receiving treatment at dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital, Aceh. This study employed a quantitative descriptive design with a retrospective approach. The sampling technique used was consecutive sampling, resulting in a total of 100 respondents. Data were collected using a BSE behavior questionnaire with a Cronbach’s alpha value of 0.901. Univariate analysis was conducted to describe respondents’ characteristics and BSE behavior. The results showed that 69% of respondents had never performed BSE, while 31% had, with BSE behavior categorized as good (25.8%), moderate (41.9%), or poor (32.3%). These findings indicate that BSE behavior among breast cancer patients remains suboptimal. Therefore, targeted nursing educational interventions are needed to enhance women’s knowledge, awareness, and skills in performing BSE as an effort to promote early detection of breast cancer.

Citation



    SERVICES DESK