<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707883">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGGUNAAN AIR CONDITIONER (AC) DAN GADGET DENGAN KEJADIAN SINDROMA MATA KERING PADA SISWA SMA LABORATORIUM SCHOOL SYIAH KUALA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rifkah Ulimanisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sindroma mata kering merupakan gangguan pada lapisan air mata yang terjadi akibat ketidakseimbangan homeostasis film air mata dan dapat dipicu oleh faktor lingkungan seperti paparan Air Conditioner (AC) dan penggunaan gadget dalam durasi panjang. Penggunaan AC yang menurunkan kelembapan ruangan serta penggunaan gadget yang dapat mengurangi frekuensi berkedip berpotensi mempercepat evaporasi air mata dan menyebabkan gejala mata kering, terutama pada remaja dengan aktivitas belajar tinggi di lingkungan ber-AC. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan AC dan gadget dengan kejadian sindroma mata kering pada siswa SMA Laboratorium School Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Oktober 2025, melibatkan 229 siswa yang dipilih melalui stratified random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan AC, kuesioner penggunaan gadget, dan dengan uji Ocular Surface Disease Index (OSDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menggunakan AC dengan kategori sangat sering (41,5%), serta menggunakan gadget dalam kategori sangat tinggi (70,7%). Sebanyak 34,1% responden mengalami sindroma mata kering kategori berat. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan kekuatan hubungan arah positif penggunaan AC yang sangat sering maka sindroma mata kering berat (p = 0,001; r = 0,298), sedangkan penggunaan gadget tidak berhubungan (p = 0,174; r = 0,090). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan AC berhubungan dengan kejadian sindroma mata kering pada siswa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EYES DISEASES - HUMANS - OPHTHALMOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>617.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707883</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-09 09:52:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-09 16:16:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>