<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1707879">
 <titleInfo>
  <title>EKSPLORASI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN MENGGUNAKAN UMPAN ULAT HONGKONG (TENEBRIO MOLITOR) PADA RHIZOSFER BAMBU (BAMBUSA SP.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHOFIRATUL HUSNIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rhizosfer bambu (Bambusa sp.) merupakan ekosistem tanah yang kaya akan aktivitas mikroba, termasuk cendawan entomopatogen yang berpotensi sebagai agens pengendali hayati terhadap hama tanaman. Pengendalian hayati menjadi salah satu strategi ramah lingkungan dalam menekan populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tanpa menimbulkan dampak negatif seperti penggunaan pestisida kimia. Namun, informasi mengenai keberadaan cendawan entomopatogen pada rhizosfer bambu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis cendawan entomopatogen yang terdapat pada rhizosfer bambu menggunakan umpan ulat hongkong (Tenebrio molitor). Penelitian dilakukan di Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman dan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dengan metode pengambilan sampel tanah acak dari tiga lokasi: Desa Rukoh, Desa Kopelma Darussalam, dan Desa Cot Cut. Teknik eksplorasi menggunakan metode soil baiting dengan umpan ulat hongkong, diikuti dengan isolasi, pemurnian, serta identifikasi morfologis berdasarkan karakter makroskopis dan mikroskopis.&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala infeksi cendawan entomopatogen pada larva ulat hongkong mulai tampak pada hari ke-8 setelah infestasi, ditandai dengan penurunan aktivitas, perubahan warna tubuh, dan munculnya miselium pada permukaan tubuh larva. Dari hasil isolasi diperoleh sepuluh isolat cendawan entomopatogen yang kemudian diidentifikasi menjadi dua genus utama, yaitu Aspergillus sp. dan Trichoderma sp. Kedua genus tersebut termasuk dalam divisi Ascomycota dan memiliki kemampuan menghasilkan enzim hidrolitik seperti kitinase, protease, dan lipase yang berperan dalam proses penetrasi dan infeksi kutikula serangga inang. Hasil ini menunjukkan bahwa rhizosfer bambu merupakan habitat potensial bagi keberadaan cendawan entomopatogen yang dapat dikembangkan sebagai agen pengendali hayati lokal. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas kedua genus tersebut terhadap hama sasaran dan melakukan identifikasi molekuler guna memastikan spesies secara akurat sebagai dasar pengembangan teknologi pengendalian hayati yang ramah lingkungan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FUNGI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MICROBIAL DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>579.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1707879</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-09 06:45:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-09 15:51:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>